Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Wapres Resmikan Universitas Darunnajah, Begini Sejarah Kampus Milik Ponpes Darunnajah

Muhajirin Selasa, 08 November 2022 - 15:40 WIB
Wapres Resmikan Universitas Darunnajah, Begini Sejarah Kampus Milik Ponpes Darunnajah
Peresmian Universitas Darunnajah di Jakarta, Senin (7/11/2022) (Dok Darunnajah)
LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, meresmikan pendirian Universitas Darunnajah dalam Konferensi Internasional Pesantren Se-Asia Tenggara & Grand Launching Universitas Darunnajah, di Jakarta, Senin (7/11/2022).

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Grand Launching Universitas Darunnajah saya resmikan. Semoga Allah senantiasa memberikan inayahnya dan meridhoi segala ikhtiar yang kita lakukan,” kata KH Ma’ruf saat meresmikan Universitas Darunnajah secara daring.

Universitas Darunnajah merupakan gabungan dari perguruan tinggi milik Pondok Pesantren Darunnajah yang lahir pada masa pengembangan Darunnajah (1987-1994). Berdasarkan dokumen perguruan tinggi darunnajah, kampus itu didirikan pada 3 Agustus 1986. Pada awal tahun itu, tiga gerakan besar yang dilakukan para pendiri Darunnajah.

Baca Juga: Universitas Darunnajah Resmi Berdiri, HNW Ungkap Sejumlah Fakta Sejarah

Mengutip laman resmi Darunnajah, pada awal kemunculan, Perguruan Tinggi Darunnajah diberi nama Ma’had Aly. Dalam perkembanganya menjadi perguruan tinggi keagamaan Islam atau PTKI di bawah Kementerian Agama RI.

Spesialisasi Ma’had Aly Darunnajah adalah Syariah. Ini merupakan jawaban dari banyaknya alumni yang diminta masyarakat memimpin lembaga pendidikan. Padahal, secara kelembagaan mereka baru lulus Madrasah Aliyah.

Seiring berjalannya waktu, nama Ma’had Aly berganti menjadi Institut Agama Islam Darunnajah. Namun ada kendala, kala itu Darunnajah baru memiliki satu prodi yaitu syariah. Itu tidak memenuhi syarat Batasan minimal prodi untuk institute di Indonesia. Maka itu, perguruan tinggi berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darunnajah.

Dalam kurun waktu 36 tahun, Perguruan Tinggi Darunnajah mengalami lima periode pergantian kepemimpinan.

Baca Juga: Mengenang KH Mahrus Amin, Kiai Entrepreneur Penggagas 1.000 Pesantren Nusantara

Periode pertama antara 1986-1990, perguruan tinggi Darunnajah diketuai oleh alm. Drs. Hafizh Dasuki M.A. Pada 3 Agustus 1986 atas usulan rapat untuk mencetak ulama yang berbobot dibukalah Institut Agama Islam Darunnajah (IAID) dengan fakultas syari’ah.

Perguruan Tinggi ini dilakukan dengan rekomendasi walikota Jakarta Selatan Nomor 446/1-25/I/1987 tanggal 29 Januari 1987 dan izin operasional Rektor IAIN/Koordinator Kopertais Wilayah I Nomor 18 Tahun 1987 tanggal 29 April 1987.

Untuk menyesuaikan diri dengan peraturan pemerintah yaitu keputusan Menteri Agama Nomor 44 Tahun 1988, Institut ini kemudian diubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Ilmu Syari’ah Darunnajah (STISDA) jurusan Peradilan Agama.

Periode kedua diketuai pendiri Darunnajah alm. K.H. Drs. Letkol H. Komaruzzaman dari tahun 1990-1998. Sejalan dengan dibukanya fakultas tarbiyah jurusan Pendidikan Bahasa Arab dan Kependidikan Islam, nama STISDA diubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA).

Baca Juga: Rektor Unida Gontor Bagikan Pengalaman Dirikan Universitas Pesantren

Periode ketiga 1998-2005, STAIDA diketuai oleh Dr. Supriyadi Ahmad M.A. Para pengelola tidak putus semangat dengan tutupnya prodi Pendidikan Bahasa Arab. Sebagai sebuah usaha pengembangan kemudian diajukan prodi baru yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI).
Namun, banyak prodi PAI yang sudah dibuka di Jakarta, sehingga, izin yang keluar adalah prodi Kependidikan Islam berubah menjadi prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), MPI lebih fokus dalam mencetak manajer atau leader di sebuah lembaga pendidikan.

Pada 2015, dalam rapat pengurus Yayasan KH. Saifuddin Arief, (alm) menilai perguruan tinggi Darunnajah harus ditingkatkan menjadi universitas. Darunnajah sebagai pesantren telah mengembangkan pesantren-pesantren cabang yang sudah berjumlah 20 cabang dengan 58 unit pendidikan dari tingkat dasar sampai atas.

Banyak wali santri dan juga para simpatisan yang berharap Darunnajah segera membuka Universitas. Maka itu, sejak 2015 ditetapkan untuk memulai mendirikan universitas. Ketetapan tersebut disambut baik oleh KH.Sofwan Manaf, pimpinan pesantren Darunnajah, dengan membentuk tim pendirian dari beberapa orang guru dan dosen.

Baca Juga: Universitas Pesantren, Alternatif Terbaik untuk Kuliah

Pada periode keempat, STAIDA 2005-2019 diketuai oleh Drs. Aunurrofiq, M.M. Masa periode ini sebagai sebuah jawaban terhadap perkembangan keilmuan, maka diajukan berdirinya sekolah tinggi teknik dengan ilmu komputer dan manajemen. Diajukan pula sekolah tinggi ilmu ekonomi dengan administrasi bisnis dan akuntansi syariah komunikasi.

Namun, karena adanya moratorium pendirian perguruan tinggi baru, pengajuan tersebut belum bisa terealisasi pada tahun tersebut. Pada masa menunggu selesainya moratorium pendirian perguruan tinggi di bawah ke mendikti, beberapa tim yang ada di Pesantren Darunnajah 2 Bogor, mengajukan pendirian Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Agama.

Sekolah Tinggi yang diajukan adalah Sekolah Tinggi yang diajukan adalah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) namun setelah visitasi yang dilakukan kopertais 2 yang berkantor di bandung, sekolah tinggi yang diajukan diubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) sehingga pada saat itu Darunnajah memiliki 2 STAI yaitu di Jakarta dan Bogor.

Periode yang kelima ini diketuai langsung oleh seorang wanita yaitu Duna Izfanna, M.Ed., Ph.D. dari 2019-2022. Setelah moratorium berjalan kurang lebih 3 tahun, keluar pemberitahuan dari DIKTI untuk kembali mengurus pengajuan pendirian sekolah tinggi yang diajukan di 2017.

Baca Juga: Perguruan Tinggi Pesantren Jadi Harapan di Tengah Pendidikan yang Pragmatis

Namun ternyata pendirian yang disetujui untuk kembali diajukan hanya sekolah tinggi ilmu ekonomi sedangkan sekolah tinggi teknik masih belum diterima. Tim pendirian kembali bergerak, mengurus perizinan dan lain sebagainnya.

Akhirnya, pada 2020 terbit terbit surat keputusan Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi. Salah satu tujuan awal diajukannya dua sekolah tinggi adalah untuk memayungi prodi-prodi keilmuan eksakta. Setelah itu akan digabungkan dengan Sekolah Tinggi yang ada menjadi Universitas.

Hingga pada 10 Juni 2022 Universitas Darunnajah resmi berdiri dengan mengedepankan ciri khas kampus berbasis pesantren. Universitas Darunnajah yang memiliki 10 program studi ini pun akan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi pesantren yang berada di seluruh Indonesia. Universitas Darunnajah merupakan cita-cita dari tiga pendiri Pondok Pesantren Darunnajah K.H. Abdul Manaf Mukhayyar, Kol. Pol. Drs. K.H. Komaruzzaman, dan K.H. Mahrus Amin.

Universitas Darunnajah didirikan dengan menggabungkan tiga Sekolah Tinggi yang berada di Jakarta dan Jawa Barat. Tiga Sekolah Tinggi tersebut adalah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah Jakarta, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah Bogor, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Darunnajah Jakarta atau yang dikenal dengan Darunnajah Business School (DBS).

Saat ini Universitas Darunnajah memiliki 10 program studi, yaitu Sains Aktuaria, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Sitem dan Informasi Teknologi, Bisnis Digital, Kewirausahaan, Hukum Keluarga Islam (HKI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah (PGMI), dan Administrasi Bisnis.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)