Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Rektor Unida Gontor Bagikan Pengalaman Dirikan Universitas Pesantren

Muhajirin Selasa, 03 Agustus 2021 - 09:53 WIB
Rektor Unida Gontor Bagikan Pengalaman Dirikan Universitas Pesantren
Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed, M.Phil (foto: unida.gontor.ac.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Darussalam Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmi Zarkasyi, menuturkan pendirian universitas berbasis pesantren bukan perkara mudah. Selain mengadopsi sistem pondok pesantren modern, universitas berbasis pesantren juga harus memiliki keunggulan dibanding universitas umum.

Universitas berbasis pesantren artinya semua mahasiswa tinggal dalam asrama. Jika tetap pulang-balik, maka tidak ada perbedaan dengan kampus lain. Metode ini mengadopsi sistem pondok modern. Mantan Menteri Agama RI, Prof Abdul Mukti, pernah mengatakan, sistem pendidikan Islam yang paling efektif adalah sistem madrasah yang diasramakan (pondok modern).

“Kalau kita yang kita konversikan ke dalam sistem universitas, maka sistem Universitas Islam yang paling efektif untuk belajar adalah sistem universitas yang diasramakan. Ini penting, dan itulah yang menjadi ciri Universitas Pesantren. Asrama itu menjadi ciri khasnya. Kalau tidak diasramakan, maka tidak ada bedanya dengan perguruan tinggi lain. Tidak ada sibghoh di situ,” kata Prof Hamid dalam webinar yang ditayangkan akun Youtube Darunnajah Business School, dikutip Senin (2/8/2021).

Saat ini model universitas sangat banyak. Ada universitas konvensional baik negeri atau swasta, ada universitas milik ormas seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Ada pula Perguruan Tinggi Pesantren. Perguruan Tinggi Pesantren itu merupakan perguruan tinggi yang didirikan dan dimiliki oleh pesantren.

Ada yang membuka fakultas agama saja dan ada yang membuka fakultas umum, ada pula yang membuka keduanya. Tapi sayangnya tidak ada integrasi antara kedua jenis fakultas. Meskipun dimiliki pesantren, tidak semua pesantren menyediakan pondok untuk para mahasiswanya.

“Problemnya apa? Universitas pada umumnya dan Universitas Islam khususnya lebih mengutamakan pengembangan aspek kognitif dan kurang dalam pembinaan mental skill, mental spiritual, mental pejuang, dan mental ulama yang intelek. Jika demikian, produk apa yang akan dihasilkan oleh universitas Islam?,” ucap Prof Hamid.

Maka, kata Prof Hamid, universitas bersistem pondok pesantren modern adalah universitas yang mengintegrasikan sistem pendidikan pondok modern dengan sistem universitas modern. Ada hal yang ditonjolkan agar berbeda dengan universitas umum.

“Jika pondok pesantren mendirikan universitas atau membuka program studi (Prodi) sains dan humaniora, maka tantangannya adalah harus bisa membedakannya dari prodi sains dan humaniora di perguruan tinggi umum. Di beberapa universitas Islam solusinya adalah islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer,” tutur Prof Hamid.

Dari integrasi menuju islamisasi. Universitas pesantren modern harus memiliki program dewesternisasi sains sekuler dan integrasi sains sekuler dan Islam. Ilmu sekuler adalah ilmu yang tidak mengintegrasikan nilai agama, dan itu merupakan hasil peradaban barat yang sekuler.

Ilmu barat tak perlu ditolak secara keseluruhan. Namun universitas pondok modern mengambil yang kompatibel dengan Islam dan bisa diintegrasikan. Teori barat itu diadopsi kemudian didaur ulang sesuai dengan pandangan hidup Islam. Setelah itu, disempurnakan dengan islamisasi. Semua rangkaian itu akan menghasilkan sains Islam. Saat ini ada ekonomi syariah yang sudah melewati proses islamisasi dari ilmu pengetahuan sekuler.

Di dalam universitas pondok modern, universitas harus membebaskan cara berpikir mahasiswa dan dosen dari belenggu ilmu sekuler, liberal, atheis, animis, dan sebagainya.

Di jenjang S1 mahasiswa wajib memahami Islam, sains Islam dan Barat. Mahasiswa Fakultas Sains dan humaniora wajib mengikuti Mata kuliah (MK) agam Islam (wordview Islam). Saat S2, mahasiswa belajar mengintegrasikan sains Islam dan Barat. Dan ketika S3 menghasilkan konsep baru yang terislamkan.

Selain itu, semua mahasiswa wajib hafal Al-Qur’an. Kehidupan kampus menerapkan perilaku Islam.

“Dengan model pendidikan universitas yang diasramakan itu kita bisa menanamkan moral dan mental kepada para mahasiswa. Panca jiwa sebagai kriteria sosial seperti menanamkan keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, dan kemandirian. Jiwa-jiwa ini yang perlu ditanamkan di dalam kehidupan. Orang ikhlas tidak perlu diajarkan, tapi dicontohkan,” ucap Prof Hamid.

Sistem tersebut bisa mencetak mahasiswa yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas. Berpikiran bebas di sini bukan liberal, tapi berfikir kreatif. Artinya, sebelum mahasiswa itu berpikir bebas, mereka terlebih dahulu berpengetahuan luas.

Dari sistem itu pula, nilai-nilai di pesantren nisa ditanamkan ke para mahasiswa. Misalnya kemandirian santri di pesantren, melahirkan pejuang yang ikhlas, pemimpin yang sederhana, tokoh perekat umat, hidup mandiri, dan bebas dari hegemoni.

“Sistem itu juga bisa mencetak pemimpin yang berakhlak mulia, pribadi yang berbadan sehat, dan ulama yang berilmu luas,” kata Prof Hamid.

Mewujudkan sistem tersebut bukan berarti tanpa tantangan. Prof Hamid telah membeberkan enam tantangan kampus pondok modern di antaranya mempunyai kerjasama nasional dan internasional; mempunyai program studi unggulan, memiliki input mahasiswa dari luar negeri yang lulus tepat waktu; dosen-dosen di perguruan tinggi (PT) Pondok Modern harus mempunyai otoritas dalam bidangnya, riset, publikasi, dan rekognisi; kualitas SDM, dosen harus memiliki jabatan fungsional Lektor dan Lektor Kepala; dan Perguruan Tinggi berbasis pesantren harus terakreditasi unggul, seperti kampus umum.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan