LANGIT7.ID, Jakarta - Selepas lulus SMA banyak siswa memilih melanjutkan kuliah di Universitas ternama baik negeri maupun swasta. Universitas-universitas tersebut dipilih berdasarkan kualitas akademik, jurusan yang tersedia hingga fasilitasnya.
Selain Universitas Negeri maupun Swasta, kini para lulusan SMA punya alternatif pilihan yang tak kalah berkualitas dengan kampus-kampus ternama yang biasa jadi tujuan para siswa berkuliah. Pilihan tersebut ialah Universitas Pesantren, sebuah kampus yang menginduk pada Pondok Pesantren yang telah menjadi Universitas.
Universitas Pesantren tak hanya memiliki pendidikan tinggi berbasis agama saja. Namun juga memiliki pilihan jurusan sains hingga sosial humaniora. Bahkan kelebihannya selain mempelajari mata kuliah sebagaimana Universitas pada umumnya, mahasiswa juga bisa memperdalam mengkaji ilmu agama bahkan mengintegrasikan ilmu umum dengan ilmu agama.
Berikut beberapa Universitas Pesantren yang bisa jadi pilihan dan tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi:
Universitas Darussalam GontorBerdiri di tengah hamparan tanah persawahan di sebuah desa di Ponorogo, Jawa Timur Indonesia. Universitas Darussalam Gontor atau lebih dikenal UNIDA Gontor merupakan universitas yang unik dibanding universitas semacamnya di tanah air. Unik karena menerapkan sistem asrama
(boarding system) yang didesain untuk pembelajaran yang efektif dan efisien.
Di dalam sistem asrama, Bahasa Arab dan Inggris digunakan sebagai pengantar pengajaran dan komunikasi di antara dosen dan mahasiswa. Di dalam sistem asrama pula aktivitas keilmuan, kerohanian, dan kewirausahaan dapat dilaksanakan dengan mudah, sehingga akan tercipta komunitas dan dari komunitas terbentuk tradisi keilmuan.
UNIDA Gontor berdiri mengikuti jejak
Aligarh Muslim University di India yang merupakan simbol kebangkitan Islam karena mengintegrasikan ilmu pengetahuan Islam dan sains, teknologi, ilmu-ilmu kemanusiaan dari perspektif Islam yang dapat merespon tantangan global. Bahkan UNIDA Gontor memiliki Direktorat khusus yang merancang kurikulum berbasis Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer.
Selain itu, UNIDA Gontor juga berperan aktif mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui penelitian dan pengabdian masyarakat guna memajukan peradaban Islam demi kesejahteraan umat dan bangsa Indonesia. Pada tahun 2020 lalu, UNIDA Gontor telah mendapatkan akreditasi dengan predikat 'baik sekali'.
Saat ini, untuk program sarjana, UNIDA Gontor memiliki tujuh fakultas dan delapan belas Program Studi (Prodi) yang telah terakreditasi oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Akreditasi Nasional.
Untuk jurusan Sarjana, UNIDA Gontor memiliki 7 Fakultas, Seperti:
- Fakultas Ushuluddin: Studi Agama, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Alquran dan Tafsir
- Fakultas Tarbiyah: Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris
- Fakultas Syariah: Perbandingan Mazhab dan Hukum
- Fakultas Ekonomi dan Manajemen: Ekonomi Islam, Manajemen Bisnis
- Fakultas Humaniora: Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi
- Fakultas Ilmu Kesehatan: Farmasi, Ilmu Gizi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Fakultas Sains dan Teknologi: Teknik Informatika, Agroteknologi, Teknologi Industri Pertanian.
Tidak hanya itu, UNIDA Gontor juga memiliki program Pascasarjana. Program ini, berdiri berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: Dj.I/267/2010. Saat ini, Program Pascasarjana UNIDA Gontor telah memiliki tiga Parodi; Aqidah dan Filsafat Islam, Pendidikan Bahasa Arab, dan Hukum Ekonomi Syariah.
Kampus UNIDA Gontor terpusat di Ponorogo dan cabang-cabangnya terletak di beberapa kampus Pondok Modern Darussalam Gontor di Ngawi, Kediri hingga Magelang. Secara fasilitas, tiap kampus memiliki berbagai fasilitas yang memadai untuk para mahasiswanya.
Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng
![Universitas Pesantren, Alternatif Terbaik untuk Kuliah (1)]()
Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng atau lebih dikenal dengan Unhasy merupakan perguruan tinggi yang didirikan oleh pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang, KH. Muhammad Yusuf Hasyim. Sebelum menjadi universitas, kampus yang berada di komplek pondok pesantren Tebuireng ini bernama Institut Keislaman Hasyim Asy'ari.
Sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren, Unhasy secara resmi menyelenggarakan pendidikan bagi para calon sarjana sejak 22 Juni 1967. Pada 1 September 1988, perguruan tinggi yang didirikan oleh KH. Yusuf Hasyim, pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, berubah menjadi Institut Keislaman Hasyim Asy'ari (IKAHA). Perubahan dari UNHASY menjadi IKAHA dilatar belakangi oleh Surat Keputusan Menteri Agama RI, Nomor 3 Tahun 1987, tentang Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS).
Kelahiran kembali UNHASY disambut dengan sejumlah langkah, salah satunya, integrasi kurikulum agama dengan kurikulum non-agama di Program Studi (Prodi) agama, serta melakukan integrasi kurikulum non-agama dengan kurikulum agama di prodi non-agama.
Integrasi kurikulum tersebut, menurut Rektor Unhasy, Dr. H.C. Ir. KH Salahudin Wahid (Gus Sholah), dilakukan untuk peningkatan kualitas mahasiswa sehingga nantinya tidak canggung saat terjun di masyarakat. Cita-cita besar yang diusung Perguruan Tinggi dibawah naungan Pesantren Tebuireng ini adalah mencetak agamawan yang ilmuwan, dan ilmuwan yang agamawan.
Pada Fakultas dan Prodi agama terdiri dari Fakultas Syari'ah dengan Prodi Hukum Perdata Islam dan Hukum Ekonomi Syari'ah; Fakultas Dakwah dengan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam; serta Fakultas Tarbiyah dengan Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab dan Pendidikan Guru MI.
Sedangkan, Fakultas dan Prodi non-agama yang telah dibuka adalah Fakultas Teknik, dengan Prodi Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil,dan Teknik Industri; Fakultas Teknologi Informasi, dengan Prodi Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Manajemen Informatika; Fakultas Ekonomi dengan Prodi Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Islam; Fakultas Ilmu Pendidikan, dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam.
Unhasy terletak di lingkungan pesantren Tebuireng dan Museum Nusantara. Universitas pesantren ini berdekatan dengan makam K.H Hasyim Ashari, K.H. A Wahid Hasyim, dan K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sumber: diolah dari berbagai sumber(jqf)