LANGIT7.ID, Jakarta -
Wakil Presiden RI,
KH Ma’ruf Amin, menginginkan
ilmu ekonomi dan keuangan syariah masuk ke
kurikulum pondok pesantren. Dia menyampaikan itu saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9 tahun 2022.
“Pesantren di seluruh pelosok negeri harus terus kita dorong untuk menggalakkan kegiatan dan pembelajaran di bidang ekonomi dan keuangan syariah di dalam kurikulumnya,” kata Kiai Ma’ruf dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Sabtu (8/10/2022).
KH Ma'ruf menilai pemberdayaan ekonomi syariah berbasis pesantren saat ini telah berjalan baik. Itu sudah berdampak pada kebangkitan perekonomian nasional.
Selain meningkatkan pasokan pangan dan komoditas nasional, ekonomi pesantren juga mampu menembus pasar ekspor. Maka itu, kata dia, penguatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bergerak mulai dari akar rumput hingga ke level pembuat kebijakan, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar.
Baca Juga: Wapres: Ekonomi Umat Islam Masih di Posisi Marjinal
KH Ma’ruf menambahkan, pelaku ekonomi syariah harus fokus mengoptimalkan seluruh modalitas dan kekuatan untuk bertahan dalam situasi ekonomi tak menentu.
“Kekuatan domestik yang perlu kita jaga antara lain adalah konsumsi dalam negeri dan UMKM yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi,” ujar Ma’ruf.
Pada triwulan II-2022, sebanyak 51,47% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari konsumsi rumah tangga. Pemerintah terus menjaga level daya beli dan konsumsi masyarakat melalui bantuan sosial dan bantuan langsung tunai yang menyasar rumah tangga maupun UMKM.
“Pemerintah juga terus menggaungkan gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Produk-produk buatan dalam negeri, tidak terkecuali produk UMKM, tidak kalah mutunya,” kata Ma’ruf.
Baca Juga: Wapres: Pulih dan Bangkit Lebih Cepat Jangan Hanya Slogan
Dia mencontohkan produk fesyen hijab. Produk hijab telah berhasil merebut hati konsumen domestik dan luar negri. Itu harus terus ditingkatkan. Apalagi saat ini peringkat ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tingkat global sangat baik.
“Hal ini bisa kita capai karena adanya sinergi erat di antara semua pemangku kepentingan, tidak terkecuali Bank Indonesia. Ekonomi syariah yang semakin menguat telah memberi daya dukung bagi stabilitas ekonomi nasional, karena teruji dalam melewati siklus ekonomi,” ujar Ma’ruf.
Menurut dia, ekonomi syariah juga dapat diandalkan untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan karena bertumpu pada sektor riil, sehingga berperan penting dalam pengamanan pasokan nasional.
Baca Juga: Wapres Ingatkan Penerapan Islam Wasathiyah, Ini Penjelasannya
“Dana sosial syariah-lah yang menjadi salah satu pilar ekonomi dan keuangan syariah, telah didistribusikan kepada masyarakat untuk membantu menjaga daya beli masyarakat,” ungkap Ma’ruf.
Selain itu, Ziswaf (zakat, infak, sedekah, dan wakaf) juga menjadi instrumen yang efektif untuk pemberdayaan ekonomi umat. Ini diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan serta ketimpangan sosial ekonomi.
(jqf)