Prabowo Santai Hadapi Demo 'Indonesia Gelap': Sudah Biasa Berjuang di Jalur Politik
Tim langit 7
Selasa, 18 Februari 2025 - 15:20 WIB
Prabowo Santai Hadapi Demo 'Indonesia Gelap': Sudah Biasa Berjuang di Jalur Politik
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap tenang dalam merespons aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk 'Indonesia Gelap'. Melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, disampaikan bahwa Kepala Negara menanggapi demo tersebut dengan santai.
"Enggak masalah. Kita kan, mohon maaf ya, kami mewakili pemerintah, saya sendiri mewakili Bapak Presiden," ungkap Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Sikap ini mencerminkan pengalaman panjang Prabowo dalam dunia politik Indonesia.
Mensesneg menegaskan bahwa latar belakang Prabowo sebagai politisi yang telah lama berkecimpung di dunia politik membuat Presiden memahami betul dinamika penyampaian aspirasi masyarakat. "Sebelum diberi amanah oleh rakyat untuk memerintah, kita berjuang di jalur politik, ya sudah biasa itu menghadapi yang aspirasi-aspirasi dan kita sangat menghormati," jelas Prasetyo.
Meski menerima berbagai bentuk aspirasi, pemerintah tetap mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu membangun negara. Prasetyo mengingatkan pentingnya menyampaikan aspirasi secara konstruktif. "Untuk membangun bangsa dan negara kita, kita butuh kerjasama. Kita butuh bersatu padu," tegasnya.
Sebelumnya, Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan elemen mahasiswa dari berbagai wilayah melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2). Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Efisiensi Anggaran" dan "Indonesia Gelap".
Prasetyo menggarisbawahi bahwa perbedaan pandangan dalam berdemokrasi merupakan hal yang lumrah. "Bahwa ada perbedaan pemikiran, itu sesuatu yang wajar. Bahwa ada perbedaan pandangan, sesuatu yang wajar. Bahwa ada perbedaan politik, itu pun sesuatu yang wajar," pungkasnya.
"Enggak masalah. Kita kan, mohon maaf ya, kami mewakili pemerintah, saya sendiri mewakili Bapak Presiden," ungkap Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Sikap ini mencerminkan pengalaman panjang Prabowo dalam dunia politik Indonesia.
Mensesneg menegaskan bahwa latar belakang Prabowo sebagai politisi yang telah lama berkecimpung di dunia politik membuat Presiden memahami betul dinamika penyampaian aspirasi masyarakat. "Sebelum diberi amanah oleh rakyat untuk memerintah, kita berjuang di jalur politik, ya sudah biasa itu menghadapi yang aspirasi-aspirasi dan kita sangat menghormati," jelas Prasetyo.
Meski menerima berbagai bentuk aspirasi, pemerintah tetap mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu membangun negara. Prasetyo mengingatkan pentingnya menyampaikan aspirasi secara konstruktif. "Untuk membangun bangsa dan negara kita, kita butuh kerjasama. Kita butuh bersatu padu," tegasnya.
Sebelumnya, Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan elemen mahasiswa dari berbagai wilayah melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2). Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Efisiensi Anggaran" dan "Indonesia Gelap".
Prasetyo menggarisbawahi bahwa perbedaan pandangan dalam berdemokrasi merupakan hal yang lumrah. "Bahwa ada perbedaan pemikiran, itu sesuatu yang wajar. Bahwa ada perbedaan pandangan, sesuatu yang wajar. Bahwa ada perbedaan politik, itu pun sesuatu yang wajar," pungkasnya.