Mesir Siapkan Rencana Ambisius Pembangunan Gaza, Tolak Usulan Trump untuk Evakuasi Paksa Warga Palestina
Nabil
Rabu, 19 Februari 2025 - 05:44 WIB
Mesir Siapkan Rencana Ambisius Pembangunan Gaza, Tolak Usulan Trump untuk Evakuasi Paksa Warga Palestina
LANGIT7.ID-Jakarta; Mesir sedang mengembangkan rencana untuk membangun kembali Gaza tanpa memaksa warga Palestina meninggalkan wilayah tersebut. Rencana ini muncul sebagai tanggapan terhadap usulan Presiden Donald Trump yang ingin mengosongkan wilayah tersebut agar Amerika Serikat bisa mengambil alih.
Menurut surat kabar pemerintah Mesir, Al-Ahram, proposal tersebut menyerukan pembentukan "kawasan aman" di Gaza dimana warga Palestina dapat tinggal sementara perusahaan konstruksi Mesir dan internasional melakukan pembongkaran dan rehabilitasi infrastruktur wilayah tersebut.
Para pejabat Mesir telah membahas rencana ini dengan diplomat Eropa serta Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, menurut dua pejabat Mesir dan diplomat Arab dan Barat. Mereka juga sedang membahas cara pendanaan rekonstruksi, termasuk konferensi internasional tentang pembangunan kembali Gaza.
Para pejabat dan diplomat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena proposal masih dalam tahap negosiasi.
Proposal ini muncul setelah kecaman internasional terhadap seruan Trump untuk memindahkan populasi Gaza yang berjumlah sekitar 2 juta warga Palestina. Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil alih Jalur Gaza dan membangunnya menjadi "Riviera Timur Tengah," namun warga Palestina tidak diizinkan kembali.
Warga Palestina secara luas menyatakan tidak akan meninggalkan tanah air mereka, sementara Mesir dan Yordania – didukung Arab Saudi – menolak seruan Trump agar mereka menampung penduduk Gaza. Kelompok hak asasi manusia menyatakan rencana tersebut sama dengan pengusiran paksa, yang berpotensi menjadi kejahatan perang. Negara-negara Eropa juga sebagian besar mengecam rencana Trump. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji gagasan tersebut dan mengatakan Israel sedang bersiap untuk melaksanakannya.
Senator AS Marco Rubio, yang berada di Arab Saudi pada Senin dalam tur kawasan, mengatakan Amerika Serikat siap mendengarkan proposal alternatif. "Jika negara-negara Arab memiliki rencana yang lebih baik, itu bagus," kata Rubio pada Kamis di program radio AS "Clay and Buck Show."
Menurut surat kabar pemerintah Mesir, Al-Ahram, proposal tersebut menyerukan pembentukan "kawasan aman" di Gaza dimana warga Palestina dapat tinggal sementara perusahaan konstruksi Mesir dan internasional melakukan pembongkaran dan rehabilitasi infrastruktur wilayah tersebut.
Para pejabat Mesir telah membahas rencana ini dengan diplomat Eropa serta Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, menurut dua pejabat Mesir dan diplomat Arab dan Barat. Mereka juga sedang membahas cara pendanaan rekonstruksi, termasuk konferensi internasional tentang pembangunan kembali Gaza.
Para pejabat dan diplomat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena proposal masih dalam tahap negosiasi.
Proposal ini muncul setelah kecaman internasional terhadap seruan Trump untuk memindahkan populasi Gaza yang berjumlah sekitar 2 juta warga Palestina. Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil alih Jalur Gaza dan membangunnya menjadi "Riviera Timur Tengah," namun warga Palestina tidak diizinkan kembali.
Warga Palestina secara luas menyatakan tidak akan meninggalkan tanah air mereka, sementara Mesir dan Yordania – didukung Arab Saudi – menolak seruan Trump agar mereka menampung penduduk Gaza. Kelompok hak asasi manusia menyatakan rencana tersebut sama dengan pengusiran paksa, yang berpotensi menjadi kejahatan perang. Negara-negara Eropa juga sebagian besar mengecam rencana Trump. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji gagasan tersebut dan mengatakan Israel sedang bersiap untuk melaksanakannya.
Senator AS Marco Rubio, yang berada di Arab Saudi pada Senin dalam tur kawasan, mengatakan Amerika Serikat siap mendengarkan proposal alternatif. "Jika negara-negara Arab memiliki rencana yang lebih baik, itu bagus," kata Rubio pada Kamis di program radio AS "Clay and Buck Show."