home global news

Indonesia-Jepang Petakan 9 Proyek Strategis AZEC, PLTP Muara Laboh Jadi Prioritas Utama

Ahad, 23 Februari 2025 - 13:00 WIB
Indonesia-Jepang Petakan 9 Proyek Strategis AZEC, PLTP Muara Laboh Jadi Prioritas Utama
LANGIT7.ID-Jakarta; Kolaborasi Indonesia dan Jepang dalam Asia Zero Emission Community (AZEC) semakin menunjukkan arah yang jelas. Setidaknya ada 9 proyek strategis yang telah dipetakan dan dikategorikan berdasarkan tingkat kesiapan implementasinya, sesuai hasil Expert Group Meeting kedua negara.

PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat menjadi salah satu proyek yang masuk kategori I atau proyek komersial yang siap dilaksanakan. Bersama dengan PLTSa Legok Nangka dan pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), ketiga proyek ini diprioritaskan untuk segera direalisasikan mengingat studi kelayakannya telah rampung.

Sementara itu, mega proyek PLTA Kayan, pengelolaan lahan gambut, dan pembangunan jaringan transmisi Jawa-Sumatera masuk dalam kategori II. Ketiga proyek ini dinilai memiliki potensi komersial yang menjanjikan, meski masih membutuhkan kajian lebih lanjut sebelum dapat diimplementasikan.

Tidak ketinggalan, Indonesia dan Jepang juga menyiapkan sejumlah proyek inovatif dalam kategori III yang masih dalam tahap pilot project. Proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan teknologi baru untuk tenaga panas bumi, produksi amonia hijau, pengembangan hidrogen untuk transportasi, serta produksi Biofuel/Bio-Avtur.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Chairman JBIC Tadashi Maeda dan Ambassador AZEC Takio Yamada di Jakarta, Jumat (21/2), menegaskan komitmen Indonesia untuk mengakselerasi proyek-proyek tersebut. "Kita akan upayakan agar proyek-proyek pada kategori III dan II untuk ditingkatkan menjadi kategori I sehingga dapat segera terlihat manfaatnya bagi perekonomian," ujarnya.

Sejalan dengan target percepatan proyek, Chairman JBIC Tadashi Maeda memaparkan progres kerja sama JBIC di Indonesia, khususnya dalam pengembangan transmisi Jawa Sumatera bersama PLN. Maeda juga menyampaikan rencana strategis Jepang untuk memenuhi kebutuhan energi baru terbarukan hingga 2040.

Kolaborasi Indonesia-Jepang dalam AZEC juga mendapat dukungan kuat dari kedua kepala negara. Menurut Menko Airlangga, inisiatif AZEC menjadi salah satu highlight dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Ishiba Shigeru pada Januari lalu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya