Indonesia Perkuat Fondasi Digital: Komdigi-BSSN Integrasikan Sistem Pertahanan Siber Nasional
Tim langit 7
Ahad, 23 Februari 2025 - 15:26 WIB
Indonesia Perkuat Fondasi Digital: Komdigi-BSSN Integrasikan Sistem Pertahanan Siber Nasional
LANGIT7.ID-Jakarta;Indonesia mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan digital nasional melalui integrasi sistem pertahanan siber yang komprehensif. Langkah ini ditandai dengan sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang akan menghilangkan sekat birokrasi dalam penanganan ancaman siber.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan keamanan siber sebagai prioritas nasional. "Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas: keamanan siber adalah prioritas nasional. Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi agar Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi tantangan digital," ujar dia dalam keterangannya, Minggu (23/2/2025).
Kolaborasi strategis ini akan difokuskan pada tiga pilar utama yang menjadi fondasi keamanan digital Indonesia: penguatan sistem pertahanan siber, peningkatan regulasi keamanan siber, dan pengembangan teknologi perlindungan data. Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menekankan bahwa implementasi ketiga pilar ini bukan sekadar komitmen, melainkan langkah konkret untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.
Sinergi ini menandai era baru dalam sistem keamanan siber nasional, di mana hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat respons terhadap ancaman siber akan dihilangkan. "Sejak dilantik, saya langsung mengimplementasikan instruksi Presiden: perkuat koordinasi dan bergerak cepat. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi langkah nyata untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman," tegas Nugroho.
Meutya menekankan pentingnya efektivitas dalam koordinasi antara Komdigi dan BSSN untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital. Menurutnya, penghapusan hambatan birokrasi menjadi kunci dalam mempercepat respons terhadap berbagai ancaman siber yang semakin kompleks.
"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pertahanan siber nasional. Kolaborasi antara Komdigi dan BSSN ini merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah dalam melindungi kepentingan digital nasional," tambah Meutya.
Sementara itu, Nugroho menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengimplementasikan ketiga pilar utama yang telah disepakati. Menurutnya, integrasi sistem ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman siber di tingkat global.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan keamanan siber sebagai prioritas nasional. "Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas: keamanan siber adalah prioritas nasional. Kita harus terus berinovasi dan beradaptasi agar Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi tantangan digital," ujar dia dalam keterangannya, Minggu (23/2/2025).
Kolaborasi strategis ini akan difokuskan pada tiga pilar utama yang menjadi fondasi keamanan digital Indonesia: penguatan sistem pertahanan siber, peningkatan regulasi keamanan siber, dan pengembangan teknologi perlindungan data. Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menekankan bahwa implementasi ketiga pilar ini bukan sekadar komitmen, melainkan langkah konkret untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.
Sinergi ini menandai era baru dalam sistem keamanan siber nasional, di mana hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat respons terhadap ancaman siber akan dihilangkan. "Sejak dilantik, saya langsung mengimplementasikan instruksi Presiden: perkuat koordinasi dan bergerak cepat. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi langkah nyata untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman," tegas Nugroho.
Meutya menekankan pentingnya efektivitas dalam koordinasi antara Komdigi dan BSSN untuk menghadapi berbagai tantangan di era digital. Menurutnya, penghapusan hambatan birokrasi menjadi kunci dalam mempercepat respons terhadap berbagai ancaman siber yang semakin kompleks.
"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pertahanan siber nasional. Kolaborasi antara Komdigi dan BSSN ini merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah dalam melindungi kepentingan digital nasional," tambah Meutya.
Sementara itu, Nugroho menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengimplementasikan ketiga pilar utama yang telah disepakati. Menurutnya, integrasi sistem ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman siber di tingkat global.