Takut Terpapar Covid-19, Kasus Prevalensi Gigi Karies Bertambah saat Pandemi
Ahmad zuhdi
Jum'at, 24 September 2021 - 11:25 WIB
Ilustrasi rajin merawat dan memeriksa kesehatan gigi. Foto: Langit7.id/iStock
Ahli gigi Drg Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc mengatakan, dari hasil survei unilever di delapan negara pada 2020, termasuk Indonesia menunjukkan terdapat kenaikan angka prevalensi gigi karies (carries) di masyarakat pada saat pandemi Covid-19.
Hal itu dikemukakan Drg Mirah yang juga Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation pada peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2021 yang digelar secara virtual dengan menghadirkan para ahli gigi sebagai narasumber. Dia mengatakan, pada hasil survei diketahui di Indonesia dari setiap 10 orang penduduk, terdapattujuh orang di antaranya yang mengalami gigi karies.
Baca Juga:Hati-Hati, Gigi Berlubang Pengaruhi Kualitas Kesehatan Jantung
Kondisi itu bertambah satu angka pada saat pandemi Covid-19 pada 2020. Hal tersebutterjadi karena adanya penurunan kunjungan ke klinik untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Masyarakat, kata dia, khawatir terpapar Covid-19.
Di sisi lain, juga banyak klinik gigi yang tutup saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 2020. Termasuk pembatasan jumlah pasien yang dilayani pada saat pandemi, karena alasan larangan untuk berkumpul sebagai bagian dari upaya pemenuhan protokol kesehatan.
Berkaitan dengan hal tersebut,kata dia, salah satu perusahaan pasta gigi di Indonesia dan memiliki brand perawatan kesehatan gigi dan mulut yang telah hadir lebih dari 75 tahun, terus melakukan edukasi dan membantu perawatan gigi dan mulut. Pasalnya, untuk mewujudkan tujuan mendukung edukasi dan perawatan gigi, karena permasalahan gigi dan mulut di lapangan masih menjadi salah satu isu kesehatan utama yang dialami setengah populasi dunia dari berbagai lapisan usia, termasuk di Indonesia.
"Dari 10 masyarakat Indonesia, rata-rata tujuh orang diantaranya mengalami gigi karies yaitu kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi yang terjadi secara bertahap," kata Mirah dalam acara virtual, Kamis (23/9/2021).
Hal itu dikemukakan Drg Mirah yang juga Head of Sustainable Living Beauty and Personal Care and Home Care, Unilever Indonesia Foundation pada peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2021 yang digelar secara virtual dengan menghadirkan para ahli gigi sebagai narasumber. Dia mengatakan, pada hasil survei diketahui di Indonesia dari setiap 10 orang penduduk, terdapattujuh orang di antaranya yang mengalami gigi karies.
Baca Juga:Hati-Hati, Gigi Berlubang Pengaruhi Kualitas Kesehatan Jantung
Kondisi itu bertambah satu angka pada saat pandemi Covid-19 pada 2020. Hal tersebutterjadi karena adanya penurunan kunjungan ke klinik untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut. Masyarakat, kata dia, khawatir terpapar Covid-19.
Di sisi lain, juga banyak klinik gigi yang tutup saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 2020. Termasuk pembatasan jumlah pasien yang dilayani pada saat pandemi, karena alasan larangan untuk berkumpul sebagai bagian dari upaya pemenuhan protokol kesehatan.
Berkaitan dengan hal tersebut,kata dia, salah satu perusahaan pasta gigi di Indonesia dan memiliki brand perawatan kesehatan gigi dan mulut yang telah hadir lebih dari 75 tahun, terus melakukan edukasi dan membantu perawatan gigi dan mulut. Pasalnya, untuk mewujudkan tujuan mendukung edukasi dan perawatan gigi, karena permasalahan gigi dan mulut di lapangan masih menjadi salah satu isu kesehatan utama yang dialami setengah populasi dunia dari berbagai lapisan usia, termasuk di Indonesia.
"Dari 10 masyarakat Indonesia, rata-rata tujuh orang diantaranya mengalami gigi karies yaitu kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi yang terjadi secara bertahap," kata Mirah dalam acara virtual, Kamis (23/9/2021).