Mesir Diminta Kelola Gaza Selama 8 Tahun, Israel Tawarkan Bantuan Hutang Internasional
Nabil
Rabu, 26 Februari 2025 - 07:28 WIB
Mesir Diminta Kelola Gaza Selama 8 Tahun, Israel Tawarkan Bantuan Hutang Internasional
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, pada Selasa mengusulkan agar Mesir mengelola Jalur Gaza setidaknya selama delapan tahun setelah perang berakhir, sebagai ganti penghapusan hutang luar negeri Mesir secara besar-besaran.
"Solusinya adalah Mesir akan mengambil tanggung jawab pengelolaan Jalur Gaza selama delapan tahun dengan opsi perpanjangan hingga 15 tahun," kata Lapid kepada think tank Foundation for Defense of Democracies (FDD) yang berhaluan keras di Washington.
"Pada saat yang sama, hutang luar negeri Mesir akan dilunasi oleh komunitas internasional dan sekutu regional," lanjut Lapid, mantan Perdana Menteri Israel tersebut.
Menurut usulannya, Mesir akan memimpin "pasukan perdamaian" yang terdiri dari negara-negara Teluk dan komunitas internasional "untuk pengelolaan dan pembangunan kembali Gaza," ujarnya.
"Selama periode tersebut, kondisi untuk pemerintahan sendiri di Gaza akan diciptakan, dan proses demiliterisasi total Gaza akan diselesaikan," katanya tentang wilayah yang saat ini dikuasai oleh kelompok militan Palestina Hamas.
Israel melancarkan invasi ke Gaza setelah diserang oleh Hamas pada 7 Oktober 2023.
"Solusinya adalah Mesir akan mengambil tanggung jawab pengelolaan Jalur Gaza selama delapan tahun dengan opsi perpanjangan hingga 15 tahun," kata Lapid kepada think tank Foundation for Defense of Democracies (FDD) yang berhaluan keras di Washington.
"Pada saat yang sama, hutang luar negeri Mesir akan dilunasi oleh komunitas internasional dan sekutu regional," lanjut Lapid, mantan Perdana Menteri Israel tersebut.
Menurut usulannya, Mesir akan memimpin "pasukan perdamaian" yang terdiri dari negara-negara Teluk dan komunitas internasional "untuk pengelolaan dan pembangunan kembali Gaza," ujarnya.
"Selama periode tersebut, kondisi untuk pemerintahan sendiri di Gaza akan diciptakan, dan proses demiliterisasi total Gaza akan diselesaikan," katanya tentang wilayah yang saat ini dikuasai oleh kelompok militan Palestina Hamas.
Israel melancarkan invasi ke Gaza setelah diserang oleh Hamas pada 7 Oktober 2023.
(lam)