Hamas Sepakat Atas Solusi Pembebasan Tahanan Palestina
Nabil
Rabu, 26 Februari 2025 - 07:34 WIB
Hamas Sepakat Atas Solusi Pembebasan Tahanan Palestina
LANGIT7.ID-Jakarta; Hamas pada Selasa mengumumkan telah menyepakati solusi untuk mengakhiri penundaan pembebasan tahanan Palestina selama kunjungan ke Kairo.
Solusinya adalah membebaskan tahanan Palestina secara bersamaan dengan penyerahan jenazah sandera Israel yang tewas yang telah disepakati untuk diserahkan pada tahap pertama, kata kelompok militan tersebut dalam pernyataannya.
Hamas mengatakan delegasinya, yang dipimpin oleh kepala Hamas Gaza Khalil Al-Hayya, telah menegaskan kembali komitmen terhadap perjanjian gencatan senjata "dengan semua tahap dan klausulnya."
"Mereka (tahanan Palestina) akan dibebaskan bersamaan dengan jenazah tahanan Israel (sandera) yang disepakati untuk diserahkan selama tahap pertama, selain perempuan dan anak-anak Palestina yang terkait," kata Hamas.
Telah terjadi kebuntuan mengenai pembebasan lebih dari 600 warga Palestina, yang ditunda Israel dengan menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan mempertontonkan penyerahan sandera Israel di Gaza secara publik.
Pernyataan Hamas mengisyaratkan bahwa krisis yang bisa menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh telah dihindari. Belum ada komentar langsung dari Israel.
Pada Selasa, pejabat Israel mengatakan Israel sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata 42 hari di Gaza saat berupaya membawa pulang 63 sandera yang tersisa, sambil menunda kesepakatan tentang masa depan wilayah tersebut untuk saat ini.
Solusinya adalah membebaskan tahanan Palestina secara bersamaan dengan penyerahan jenazah sandera Israel yang tewas yang telah disepakati untuk diserahkan pada tahap pertama, kata kelompok militan tersebut dalam pernyataannya.
Hamas mengatakan delegasinya, yang dipimpin oleh kepala Hamas Gaza Khalil Al-Hayya, telah menegaskan kembali komitmen terhadap perjanjian gencatan senjata "dengan semua tahap dan klausulnya."
"Mereka (tahanan Palestina) akan dibebaskan bersamaan dengan jenazah tahanan Israel (sandera) yang disepakati untuk diserahkan selama tahap pertama, selain perempuan dan anak-anak Palestina yang terkait," kata Hamas.
Telah terjadi kebuntuan mengenai pembebasan lebih dari 600 warga Palestina, yang ditunda Israel dengan menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan mempertontonkan penyerahan sandera Israel di Gaza secara publik.
Pernyataan Hamas mengisyaratkan bahwa krisis yang bisa menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh telah dihindari. Belum ada komentar langsung dari Israel.
Pada Selasa, pejabat Israel mengatakan Israel sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata 42 hari di Gaza saat berupaya membawa pulang 63 sandera yang tersisa, sambil menunda kesepakatan tentang masa depan wilayah tersebut untuk saat ini.