Dakwah di Jepang, Guru Besar UIN KHAS Jember Prof Noor Harisudin Ajak Muslim Tak Sia-siakan Ramadhan
Tim langit 7
Sabtu, 01 Maret 2025 - 15:30 WIB
Guru Besar UIN KHAS Jember Prof Noor Harisudin.
Prof KH M Noor Harisudin, guru besar UIN Kiai Haji Ahmad Siddiq Jember mendapat undangan PCINU Jepang untuk mengikuti Dakwah Internasional mulai 28 Februari hingga 14 Maret 2025.
Dalam dakwah melalui Khutbah Jumat di Masjid NU at Taqwa Ibaraki (28/2), Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center (Womester) itu mengimbau Muslim Jepang untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan 1446/2025.
Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur itu dalam keterangannya dari Ibaraki, Jepang, Sabtu, melaporkan imbauan itu disampaikan kepada Muslim Jepang untuk mempersiapkan diri dengan baik senyampang menjumpai Ramadhan tahun 1446 H/2025.
Prof Noor Harisuddin di Masjid NU At Taqwa, Ibaraki, Jepang.Foto/dok pribadi
"Tentu sangat disayangkan jika bulan yang penuh berkah ini lewat begitu saja. Meski tanpa menafikan tantangan yang dihadapi seorang Muslim di Jepang sendiri, ada lima hal yang perlu dipersiapkan menjelang Ramadhan," katanya.
Pertama, persiapan dengan ilmu.
Dalam dakwah melalui Khutbah Jumat di Masjid NU at Taqwa Ibaraki (28/2), Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center (Womester) itu mengimbau Muslim Jepang untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan 1446/2025.
Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur itu dalam keterangannya dari Ibaraki, Jepang, Sabtu, melaporkan imbauan itu disampaikan kepada Muslim Jepang untuk mempersiapkan diri dengan baik senyampang menjumpai Ramadhan tahun 1446 H/2025.
Prof Noor Harisuddin di Masjid NU At Taqwa, Ibaraki, Jepang.Foto/dok pribadi
"Tentu sangat disayangkan jika bulan yang penuh berkah ini lewat begitu saja. Meski tanpa menafikan tantangan yang dihadapi seorang Muslim di Jepang sendiri, ada lima hal yang perlu dipersiapkan menjelang Ramadhan," katanya.
Pertama, persiapan dengan ilmu.