Kurangi Minum Kopi Berlebihan selama Puasa Ramadhan, Ini Dampaknya
Fajar adhitya
Ahad, 02 Maret 2025 - 04:52 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Bagi Anda yang kebiasaan minum kopi, tampaknya harus dikurangi selama puasa di bulan Ramadhan.
Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI/SCAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi kopi dalam jumlah yang berlebihan selama menjalankan ibadah puasa karena dampak kafein yang dapat memengaruhi kesehatan serta aktivitas sehari-hari.
"Kopi itu memiliki efek samping yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah jumlah kafeinnya. Jadi kalau jumlah kafeinnya semakin besar, dari sisi kesehatan dampaknya semakin besar juga," ujar Sekretaris Jenderal AKSI Gusti Laksamana.
Gusti menekankan setiap orang mempunyai resistensi yang berbeda-beda terhadap dampak kafein kopi, sehingga kesanggupan tiap orang harus diperiksa terlebih dahulu agar dapat mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.
Salah satunya adalah terbukanya mulut usus akibat jumlah kafein yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh. Mulut usus yang terbuka membuat semua makanan atau zat lain lebih mudah masuk dan akhirnya menyebabkan perut menjadi kembung atau menimbulkan rasa tidak nyaman.
"Jadi semakin banyak kafeinnya, semakin terbuka, dan kita semakin asam, asam lambung itu semakin berpotensi untuk bangkit. Jadi tolong diperhatikan jumlah kafeinnya masuk ke tubuh saja," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan masyarakat dapat mencegah hal tersebut dengan mempelajari jenis kopi. Arabica dan Robusta misalnya, di mana diketahui bahawa Robusta memiliki jumlah kafein tiga kali lipat lebih tinggi dibanding Arabica.
Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI/SCAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi kopi dalam jumlah yang berlebihan selama menjalankan ibadah puasa karena dampak kafein yang dapat memengaruhi kesehatan serta aktivitas sehari-hari.
"Kopi itu memiliki efek samping yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah jumlah kafeinnya. Jadi kalau jumlah kafeinnya semakin besar, dari sisi kesehatan dampaknya semakin besar juga," ujar Sekretaris Jenderal AKSI Gusti Laksamana.
Gusti menekankan setiap orang mempunyai resistensi yang berbeda-beda terhadap dampak kafein kopi, sehingga kesanggupan tiap orang harus diperiksa terlebih dahulu agar dapat mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.
Salah satunya adalah terbukanya mulut usus akibat jumlah kafein yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh. Mulut usus yang terbuka membuat semua makanan atau zat lain lebih mudah masuk dan akhirnya menyebabkan perut menjadi kembung atau menimbulkan rasa tidak nyaman.
"Jadi semakin banyak kafeinnya, semakin terbuka, dan kita semakin asam, asam lambung itu semakin berpotensi untuk bangkit. Jadi tolong diperhatikan jumlah kafeinnya masuk ke tubuh saja," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan masyarakat dapat mencegah hal tersebut dengan mempelajari jenis kopi. Arabica dan Robusta misalnya, di mana diketahui bahawa Robusta memiliki jumlah kafein tiga kali lipat lebih tinggi dibanding Arabica.