Stres Berkepanjangan Juga Berdampak pada Kesehatan Gigi dan Mulut
Fajar adhitya
Senin, 03 Maret 2025 - 05:00 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Tidak hanya merusak pikiran dan tubuh, stres yang berkepanjangan juga berdampak pada kesehatan gigi dan mulut.
Mengutip laporan Hindustan Times, Founder of Pusat Kedokteran Gigi Dr. Sabadra's, Dr. Prafull Sabadra mengungkapkan efek samping yang komprehensif untuk gigi ketika seseorang berada di bawah tekanan. Selain kebiasaan impulsif, banyak penyakit juga muncul.
Dalam hal ini dia menjelaskan kebiasaan dan konsekuensi lain dari stres, di antaranya:
Menggertakkan gigi (Bruxism)
Stres sering bermanifestasi sebagaibruxism, yaitu kebiasaan menggertakkan atau mengatupkan gigi secara tidak sadar, terutama saat tidur. Hal ini dipicu karena kecemasan dan ketegangan meningkatkan aktivitas otot di rahang, yang menyebabkan tekanan berlebihan pada gigi.
Konsekuensi yang terjadi akibat kebiasaanbruxismbisa menyebabkan seperti gigi retak atau patah, keausan enamel atau kerusakan lapisan pelindung gigi sehingga meningkatnya sensitivitas dan kerentanan terhadap pembusukan, serta nyeri rahang dan gangguan sendi temporomandibular (TMJ).
Mulut kering akibat stres (Xerostomia)
Mengutip laporan Hindustan Times, Founder of Pusat Kedokteran Gigi Dr. Sabadra's, Dr. Prafull Sabadra mengungkapkan efek samping yang komprehensif untuk gigi ketika seseorang berada di bawah tekanan. Selain kebiasaan impulsif, banyak penyakit juga muncul.
Dalam hal ini dia menjelaskan kebiasaan dan konsekuensi lain dari stres, di antaranya:
Menggertakkan gigi (Bruxism)
Stres sering bermanifestasi sebagaibruxism, yaitu kebiasaan menggertakkan atau mengatupkan gigi secara tidak sadar, terutama saat tidur. Hal ini dipicu karena kecemasan dan ketegangan meningkatkan aktivitas otot di rahang, yang menyebabkan tekanan berlebihan pada gigi.
Konsekuensi yang terjadi akibat kebiasaanbruxismbisa menyebabkan seperti gigi retak atau patah, keausan enamel atau kerusakan lapisan pelindung gigi sehingga meningkatnya sensitivitas dan kerentanan terhadap pembusukan, serta nyeri rahang dan gangguan sendi temporomandibular (TMJ).
Mulut kering akibat stres (Xerostomia)