Gus Baha Punya Tradisi Sebelum dan Sesudah Buka Puasa Bareng Anak Istri dan Santri
Tim langit 7
Senin, 03 Maret 2025 - 22:13 WIB
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).Foto/ist
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) punya kebiasaan sendiri ketika buka puasa di keluarga dan pesantrennya. Tradisi itu adalah membebaskan untuk memilih makanan halal yang diinginkan.
Kebiasaan ini diungkapkan Gus Baha saat dialog bersama Prof Muhammad Quraish Shihab dan Najwa Shihab seperti dikutip dari akun Youtube Najwa Shihab, Senin (2/2/2025).
"Karena mereka para santri masih anak-anak, harus diservis dengan longgar, akhirnya orang tua juga ikut longgar. Longgar dalam maksud, mau makan apa saja boleh. Bukan longgar dalam arti makan berlebihan," katanya.
Menurut Rais Syuriah PBNU ini, tradisi yang dilakukan di keluarga dan pesantrennya merupakan ajaran dari ayahnya KH Nursalim dan gurunya bernama KH Maimoen Zubair.
Bagi orang saleh, kata Gus Baha, pilihan makanan apapun ketika buka puasa akan dikembalikan ke Allah maka nyaman.
Di balik kelonggaran ada kearifan lain, yaitu bisa memakmurkan pedagang selama Ramadhan karena ada pembeli dagangannya.
"Tradisi bapak saya dan Kiai Maimoen Zubair yaitu longgar tentang menu makanan. Karena tahu Allah yang maha kaya tidak akan miskin. Allah Maha baik, tidak apa-apa menikmati nikmat-Nya," imbuh Gus Baha.
Kebiasaan ini diungkapkan Gus Baha saat dialog bersama Prof Muhammad Quraish Shihab dan Najwa Shihab seperti dikutip dari akun Youtube Najwa Shihab, Senin (2/2/2025).
"Karena mereka para santri masih anak-anak, harus diservis dengan longgar, akhirnya orang tua juga ikut longgar. Longgar dalam maksud, mau makan apa saja boleh. Bukan longgar dalam arti makan berlebihan," katanya.
Menurut Rais Syuriah PBNU ini, tradisi yang dilakukan di keluarga dan pesantrennya merupakan ajaran dari ayahnya KH Nursalim dan gurunya bernama KH Maimoen Zubair.
Bagi orang saleh, kata Gus Baha, pilihan makanan apapun ketika buka puasa akan dikembalikan ke Allah maka nyaman.
Di balik kelonggaran ada kearifan lain, yaitu bisa memakmurkan pedagang selama Ramadhan karena ada pembeli dagangannya.
"Tradisi bapak saya dan Kiai Maimoen Zubair yaitu longgar tentang menu makanan. Karena tahu Allah yang maha kaya tidak akan miskin. Allah Maha baik, tidak apa-apa menikmati nikmat-Nya," imbuh Gus Baha.