No Other Land, Film Dokumenter Kisah Pahit Penggusuran Warga Palestina Menang Oscar
Esti setiyowati
Selasa, 04 Maret 2025 - 11:42 WIB
Film dokumenter No Other Land yang menceritakan tentang penggusuran penduduk Palestina di Tepi Barat memenangkan Piala Oscar. Foto: tangkapan layar X.
No Other Land, film garapan sineas Palestina dan Israel, memenangkan Oscar untuk kategori film dokumenter terbaik, pada Ahad (2/3/2025) waktu setempat.
Film yang menceritakan tentang kekerasan dan penghancuran pemukiman warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel ini telah memenangkan puluhan penghargaan sejak dirilis tahun lalu, termasuk di Festival Film Berlin dan New York Film Critics Circle Awards.
No Other Land yang diproduksi dari tahun 2019 hingga 2023 ini sebagian besar dibuat dari rekaman camcoder pribadi yang direkam oleh aktivis Palestina, Basel Adra (28).
Baca juga: 5 Film Palestina di Netflix yang Bisa Temani Akhir Pekan
Basel Adra mendokumentasikan penghancuran kampung halamannya oleh militer Israel, Masafer Yatta di wilayah kecil dan terjal di wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki.
Film ini menyoroti penghancuran rumah-rumah di desa tersebut oleh Israel, yang ingin diubah oleh militer Israel menjadi zona pelatihan militer.
Rekaman video memperlihatkan militer Israel merobohkan sebuah sekolah dan mengisi sumur air dengan semen, sehingga warga tidak dapat membangun kembali.
Film yang menceritakan tentang kekerasan dan penghancuran pemukiman warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel ini telah memenangkan puluhan penghargaan sejak dirilis tahun lalu, termasuk di Festival Film Berlin dan New York Film Critics Circle Awards.
No Other Land yang diproduksi dari tahun 2019 hingga 2023 ini sebagian besar dibuat dari rekaman camcoder pribadi yang direkam oleh aktivis Palestina, Basel Adra (28).
Baca juga: 5 Film Palestina di Netflix yang Bisa Temani Akhir Pekan
Basel Adra mendokumentasikan penghancuran kampung halamannya oleh militer Israel, Masafer Yatta di wilayah kecil dan terjal di wilayah selatan Tepi Barat yang diduduki.
Film ini menyoroti penghancuran rumah-rumah di desa tersebut oleh Israel, yang ingin diubah oleh militer Israel menjadi zona pelatihan militer.
Rekaman video memperlihatkan militer Israel merobohkan sebuah sekolah dan mengisi sumur air dengan semen, sehingga warga tidak dapat membangun kembali.