4 Olahraga yang Aman untuk Pengidap Jantung
Haris budiman
Rabu, 05 Maret 2025 - 17:07 WIB
Ilustrasi olahraga. (unsplash.com/@areksan)
LANGIT7.ID-Para pengidap penyakit jantung tetap bisa berolahraga asalkan memilih jenis olahraga yang tepat.
Kementerian Kesehatan menyarankan penderita jantung berolahraga yang bersifat aerobik, seperti jalan kaki, lari, yoga, dan bersepeda santai.
Olahraga dilakukan rutin selama 30 menit selama 3-5 kali seminggu. Sebaliknya, penderita jantung tidak disarankan melakukan olahraga kompetitif seperti sepakbola, bulu tangkis, dan basket karena olahraga semacam ini akan memicu hormon adrenalin dan memperberat kerja jantung.
Nah, berikut adalah 4 olahraga yang dianjurkan bagi penderita penyakit jantung, dikutip dari radiokesehatan.kemkes.go.id:
1. Jalan kaki pilihan paling aman
American Heart Association (AHA) menyarankan orang dengan penyakit jantung sebaiknya melakukan aktivitas fisik yang moderat, seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang, untuk meningkatkan kesehatan jantung tanpa memberikan tekanan berlebih.
Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup.
Kementerian Kesehatan menyarankan penderita jantung berolahraga yang bersifat aerobik, seperti jalan kaki, lari, yoga, dan bersepeda santai.
Olahraga dilakukan rutin selama 30 menit selama 3-5 kali seminggu. Sebaliknya, penderita jantung tidak disarankan melakukan olahraga kompetitif seperti sepakbola, bulu tangkis, dan basket karena olahraga semacam ini akan memicu hormon adrenalin dan memperberat kerja jantung.
Nah, berikut adalah 4 olahraga yang dianjurkan bagi penderita penyakit jantung, dikutip dari radiokesehatan.kemkes.go.id:
1. Jalan kaki pilihan paling aman
American Heart Association (AHA) menyarankan orang dengan penyakit jantung sebaiknya melakukan aktivitas fisik yang moderat, seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang, untuk meningkatkan kesehatan jantung tanpa memberikan tekanan berlebih.
Aktivitas fisik ringan hingga sedang dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup.