Apa Kesalahan Istri Nabi Luth sehingga Binasa Bersama Kaum Sodom?
Miftah yusufpati
Kamis, 06 Maret 2025 - 05:00 WIB
Semua keluarga Nabi Luth pada malam itu pergi bersamanya ke luar kota, kecuali Wailah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Nabi Luth as berhijrah bersama Nabi Ibrahim as menuju Mesir. Paman dan keponakan ini tinggal di sana beberapa lama, lalu kembali ke Palestina. Di tengah perjalanan menuju Palestina, Nabi Luth meminta izin kepada Nabi Ibrahim untuk pergi dan tinggal ke negeri Sadum atau Sodom.
Selanjutnya Nabi Luth menikah di kota itu. Kota Sodom merupakan salah satu kota di Yordania. Penduduk kota ini memiliki akhlak sangat buruk. Mereka terjangkit perilaku seks menyimpang, homoseksual. Para lelaki menyalurkan nafsu seks dengan sesama laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh kaum sebelum mereka.
Perbuatan itu merajalela di Kota Sodom. Seorang pendatang tidak akan selamat dari gangguan penduduk Sodom. Apabila pendatang itu adalah seorang perempuan, para wanita akan mengganggunya. Apabila pendatang itu adalah seorang lelaki tampan, para lelaki di Kota Sodom akan memperebutkannya.
Demikianlah penduduk Kota Sodom memiliki akhlak yang sangat buruk. Luth diutus oleh Allah menyadarkan mereka.
Nabi Luth diperintahkan menyampaikan risalah-Nya kepada kaumnya itu. Berkata Nabi Luth kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan tercela itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun di dunia ini sebelummu? Kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita. Bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." (Al-A'raf: 80-81)
Mendengar seruan Nabi Luth, rakyat Sodom merasa terusik. Mereka berupaya menghentikan seruan itu. Mereka terus berpikir dan mencari jalan bagaimana agar Nabi berhenti berdakwah.
Ketika sebagian kaum Luth tengah duduk berpikir, tiba-tiba datang seorang perempuan tua menghampiri mereka. "Akan kutunjukkan kepada kalian, suatu cara yang dapat menghalangi seruan Luth," ujar perempuan tua itu serius.
Selanjutnya Nabi Luth menikah di kota itu. Kota Sodom merupakan salah satu kota di Yordania. Penduduk kota ini memiliki akhlak sangat buruk. Mereka terjangkit perilaku seks menyimpang, homoseksual. Para lelaki menyalurkan nafsu seks dengan sesama laki-laki. Perempuan dengan perempuan. Perbuatan ini tidak pernah dilakukan oleh kaum sebelum mereka.
Perbuatan itu merajalela di Kota Sodom. Seorang pendatang tidak akan selamat dari gangguan penduduk Sodom. Apabila pendatang itu adalah seorang perempuan, para wanita akan mengganggunya. Apabila pendatang itu adalah seorang lelaki tampan, para lelaki di Kota Sodom akan memperebutkannya.
Demikianlah penduduk Kota Sodom memiliki akhlak yang sangat buruk. Luth diutus oleh Allah menyadarkan mereka.
Nabi Luth diperintahkan menyampaikan risalah-Nya kepada kaumnya itu. Berkata Nabi Luth kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan tercela itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun di dunia ini sebelummu? Kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada wanita. Bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." (Al-A'raf: 80-81)
Mendengar seruan Nabi Luth, rakyat Sodom merasa terusik. Mereka berupaya menghentikan seruan itu. Mereka terus berpikir dan mencari jalan bagaimana agar Nabi berhenti berdakwah.
Ketika sebagian kaum Luth tengah duduk berpikir, tiba-tiba datang seorang perempuan tua menghampiri mereka. "Akan kutunjukkan kepada kalian, suatu cara yang dapat menghalangi seruan Luth," ujar perempuan tua itu serius.