Israel Lantik Komandan Militer Baru, Gencatan Senjata Gaza di Ujung Tanduk
Nabil
Kamis, 06 Maret 2025 - 07:26 WIB
Israel Lantik Komandan Militer Baru, Gencatan Senjata Gaza di Ujung Tanduk
LANGIT7.ID-Jakarta;Israel baru saja melantik komandan baru untuk militernya pada hari Rabu. Ini terjadi saat situasi gencatan senjata di Gaza semakin genting dan berisiko memicu kembali pertempuran jika tidak ada kesepakatan memulangkan sisa sandera yang masih ditahan Hamas.
Eyal Zamir, yang sudah pensiun setelah berkarir 28 tahun dengan pangkat Mayor Jenderal, kini naik jabatan jadi Letnan Jenderal. Dia resmi mengambil alih komando dari Jenderal Herzi Halevi yang mundur karena bertanggung jawab atas bencana keamanan 7 Oktober 2023.
"Misi saya jelas, yaitu membawa [tentara Israel] menuju kemenangan," kata Zamir.
Pertempuran di Gaza sudah berhenti sejak Januari berkat gencatan senjata yang dimediasi Qatar dan Mesir dengan dukungan Amerika Serikat. Gencatan senjata ini berhasil menukar 33 sandera Israel dan 5 orang Thailand dengan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
Perang di Lebanon selatan yang pecah setelah Hizbullah yang didukung Iran menyerang Israel pasca serangan 7 Oktober juga sudah berhenti berkat perjanjian gencatan senjata terpisah.
Tapi para pejabat Israel sudah memperingatkan bahwa mereka bisa kembali menyerang jika tidak ada kesepakatan memulangkan 59 sandera yang masih ditahan.
Pasukan Israel memang sudah mundur dari beberapa posisi di Gaza, tapi pembicaraan untuk membebaskan sandera dan menarik pasukan Israel sebelum perang berakhir belum dimulai.
Eyal Zamir, yang sudah pensiun setelah berkarir 28 tahun dengan pangkat Mayor Jenderal, kini naik jabatan jadi Letnan Jenderal. Dia resmi mengambil alih komando dari Jenderal Herzi Halevi yang mundur karena bertanggung jawab atas bencana keamanan 7 Oktober 2023.
"Misi saya jelas, yaitu membawa [tentara Israel] menuju kemenangan," kata Zamir.
Pertempuran di Gaza sudah berhenti sejak Januari berkat gencatan senjata yang dimediasi Qatar dan Mesir dengan dukungan Amerika Serikat. Gencatan senjata ini berhasil menukar 33 sandera Israel dan 5 orang Thailand dengan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
Perang di Lebanon selatan yang pecah setelah Hizbullah yang didukung Iran menyerang Israel pasca serangan 7 Oktober juga sudah berhenti berkat perjanjian gencatan senjata terpisah.
Tapi para pejabat Israel sudah memperingatkan bahwa mereka bisa kembali menyerang jika tidak ada kesepakatan memulangkan 59 sandera yang masih ditahan.
Pasukan Israel memang sudah mundur dari beberapa posisi di Gaza, tapi pembicaraan untuk membebaskan sandera dan menarik pasukan Israel sebelum perang berakhir belum dimulai.