Kisah Rasulullah Menggali Kubur si Miskin Dzil Bijadain
Miftah yusufpati
Jum'at, 07 Maret 2025 - 17:47 WIB
Abdullah yang berjuluk Dzil Bijadain syahid dalam perang Khaibar. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah berikut ditulis Muhammad bin Hamid Abdul Wahab dalam "99 Kisah Orang Shalih". Ini adalah tentang Abdullah yang berjuluk Dzil Bijadain. Ketika ia syahid, Rasulullah SAW ikut menguburnya. Lalu, siapa tokoh istimewa ini?
Ibnu Ka’ab al-Qurthubi berkata, sesungguhnya Abdullah yang dijuluki Dzil Bijadain merupakan orang terpandang di kalangan kabilahnya. Hanya saja hatinya telah tertambat dengan Rasulullah dan lebih mencintai keimanan.
Kemudian ia berencana pergi menghadap Rasulullah SAW. Hanya saja, keluarga besar Abdullah tidak menghendaki itu terjadi. Ibu Abdullah pergi menuju pimpinan kabilah dan berkata, ‘Sesungguhnya Abdullah telah pergi menemui Muhammad, susullah ia dan bawalah pulang. Ambil pakaian-pakaiannya, karena ia sangat pemalu. Jika kalian berhasil mengambil pakaiannya tentu ia tidak akan meneruskan keinginannya.’
Kemudian mereka mengambil pakaiannya dan membiarkannya telanjang. Ia tinggal di dalam rumah tanpa mau makan ataupun minum sebelum ia bertemu Nabi Muhammad SAW.
Ketika Ibu Abdullah mengetahui anaknya mogok makan, dia kembali mendatangi kaumnya dan memberitahukan bahwa Abdullah bersumpah untuk melakukan mogok makan dan minum sebelum bertemu Muhammad.
Baca juga: Kisah Simbolik: Seorang Raja dan Sesendok Madu
Ibunya berkata, ‘Tolong kembalikan pakaian Abdullah karena takut dia mati.’ Mereka enggan memberikan pakaian itu. Maka ibu Abdullah mengambil satu lembar kain kotak-kotak kasar dan dipotong menjadi dua lembar. Salah satu lembar diberikan agar dipakai sebagai sarung dan satu lembar lagi untuk penutup kepala.
Ibnu Ka’ab al-Qurthubi berkata, sesungguhnya Abdullah yang dijuluki Dzil Bijadain merupakan orang terpandang di kalangan kabilahnya. Hanya saja hatinya telah tertambat dengan Rasulullah dan lebih mencintai keimanan.
Kemudian ia berencana pergi menghadap Rasulullah SAW. Hanya saja, keluarga besar Abdullah tidak menghendaki itu terjadi. Ibu Abdullah pergi menuju pimpinan kabilah dan berkata, ‘Sesungguhnya Abdullah telah pergi menemui Muhammad, susullah ia dan bawalah pulang. Ambil pakaian-pakaiannya, karena ia sangat pemalu. Jika kalian berhasil mengambil pakaiannya tentu ia tidak akan meneruskan keinginannya.’
Kemudian mereka mengambil pakaiannya dan membiarkannya telanjang. Ia tinggal di dalam rumah tanpa mau makan ataupun minum sebelum ia bertemu Nabi Muhammad SAW.
Ketika Ibu Abdullah mengetahui anaknya mogok makan, dia kembali mendatangi kaumnya dan memberitahukan bahwa Abdullah bersumpah untuk melakukan mogok makan dan minum sebelum bertemu Muhammad.
Baca juga: Kisah Simbolik: Seorang Raja dan Sesendok Madu
Ibunya berkata, ‘Tolong kembalikan pakaian Abdullah karena takut dia mati.’ Mereka enggan memberikan pakaian itu. Maka ibu Abdullah mengambil satu lembar kain kotak-kotak kasar dan dipotong menjadi dua lembar. Salah satu lembar diberikan agar dipakai sebagai sarung dan satu lembar lagi untuk penutup kepala.