Olah Limbah Kayu Jati Belanda, Sukses Hasilkan Produk Seni Bernilai Tinggi
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 25 September 2021 - 06:00 WIB
Salah satu produk olahan limbah kayu jati Belanda. Foto: Instagram @kamarkayu
Palet kayu biasanya digunakan untuk kebutuhan kemasan ketika mengirimkan produk, baik domestik maupun ekspor dan impor. Produk yang dikemas menggunakan palet kayu membuat kiriman lebih tahan terhadap guncangan dan tidak menimbulkan kerusakan.
Namun sayang, ketika barang sampai kepada pembeli, kebanyakan palet kayu hanya akan menjadi limbah dan dibuang begitu saja. Tentunya hal ini akan merugikan dari sisi lingkungan, karena kayu sendiri berasal dari pohon yang akan mengurangi penghijauan ketika ditebang.
Peduli akan hal itu, muslim asal Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menuangkan idenya menjadi aksi untuk mengolah palet kayu menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu dia mendirikan sebuah rumah produksi kerajinan, Kamar Kayu, mengolah limbah kayu menjadi kebutuhan yang bisa menambah kecantikan dekorasi ruangan.
Kamar Kayu merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produksi kerajinan kayu. Selain itu, Kamar Kayu berfokus mengolah limbah kayu jati Belanda untuk hasil produk kerajinan tangannya.
Sang pemilik, Anang Aliuzan, mengisahkan pada awalnya terjun pada dunia usaha sektor kerajinan kayu ini secara tidak sengaja. Anang menyebutkan, awalnya hanya coba-coba membuat produk kerajinan kayu hiasan dinding yang dipakainya sendiri.
“Ketika saya posting, ternyata banyak teman-teman yang minat dengan hiasan dinding yang saya buat. Dari situ saya melihat adanya peluang bisnis, sehingga saya coba untuk tekuni dalam bidang ini,” ujar Anang dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga:Gampang-gampang Susah, Muslim Ini Jual Telur Semut Rangrang Rp1 Juta per Kilogram
Namun sayang, ketika barang sampai kepada pembeli, kebanyakan palet kayu hanya akan menjadi limbah dan dibuang begitu saja. Tentunya hal ini akan merugikan dari sisi lingkungan, karena kayu sendiri berasal dari pohon yang akan mengurangi penghijauan ketika ditebang.
Peduli akan hal itu, muslim asal Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menuangkan idenya menjadi aksi untuk mengolah palet kayu menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu dia mendirikan sebuah rumah produksi kerajinan, Kamar Kayu, mengolah limbah kayu menjadi kebutuhan yang bisa menambah kecantikan dekorasi ruangan.
Kamar Kayu merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produksi kerajinan kayu. Selain itu, Kamar Kayu berfokus mengolah limbah kayu jati Belanda untuk hasil produk kerajinan tangannya.
Sang pemilik, Anang Aliuzan, mengisahkan pada awalnya terjun pada dunia usaha sektor kerajinan kayu ini secara tidak sengaja. Anang menyebutkan, awalnya hanya coba-coba membuat produk kerajinan kayu hiasan dinding yang dipakainya sendiri.
“Ketika saya posting, ternyata banyak teman-teman yang minat dengan hiasan dinding yang saya buat. Dari situ saya melihat adanya peluang bisnis, sehingga saya coba untuk tekuni dalam bidang ini,” ujar Anang dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga:Gampang-gampang Susah, Muslim Ini Jual Telur Semut Rangrang Rp1 Juta per Kilogram