LANGIT7.ID, Yogyakarta - Palet kayu biasanya digunakan untuk kebutuhan kemasan ketika mengirimkan produk, baik domestik maupun ekspor dan impor. Produk yang dikemas menggunakan palet kayu membuat kiriman lebih tahan terhadap guncangan dan tidak menimbulkan kerusakan.
Namun sayang, ketika barang sampai kepada pembeli, kebanyakan palet kayu hanya akan menjadi limbah dan dibuang begitu saja. Tentunya hal ini akan merugikan dari sisi lingkungan, karena kayu sendiri berasal dari pohon yang akan mengurangi penghijauan ketika ditebang.
Peduli akan hal itu, muslim asal Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai menuangkan idenya menjadi aksi untuk mengolah palet kayu menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu dia mendirikan sebuah rumah produksi kerajinan, Kamar Kayu, mengolah limbah kayu menjadi kebutuhan yang bisa menambah kecantikan dekorasi ruangan.
Kamar Kayu merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang produksi kerajinan kayu. Selain itu, Kamar Kayu berfokus mengolah limbah kayu jati Belanda untuk hasil produk kerajinan tangannya.
Sang pemilik, Anang Aliuzan, mengisahkan pada awalnya terjun pada dunia usaha sektor kerajinan kayu ini secara tidak sengaja. Anang menyebutkan, awalnya hanya coba-coba membuat produk kerajinan kayu hiasan dinding yang dipakainya sendiri.
“Ketika saya posting, ternyata banyak teman-teman yang minat dengan hiasan dinding yang saya buat. Dari situ saya melihat adanya peluang bisnis, sehingga saya coba untuk tekuni dalam bidang ini,” ujar Anang dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Gampang-gampang Susah, Muslim Ini Jual Telur Semut Rangrang Rp1 Juta per KilogramUsahanya ini mulai dibentuknya sejak 2014 lalu. Dengan menghasilkan produk kerajinan kayu berupa pernak-pernik ruangan, Kamar Kayu bisa terus berkembang hingga saat ini.
Bahkan, peminatnya pun terbilang banyak yang berasal dari berbagai kalangan. Anang mengaku, selain digunakan kepada
end user langsung, produk kerajinan kayunya ini juga sering dipesan oleh pemilik usaha kafe sebagai dekorasi dinding mereka.
“Pada dasarnya material di sini menggunakan limbah kayu, tapi sampai saat ini kita terus mencoba mengubah limbah kayu tersebut untuk memiliki nilai lebih sehingga layak untuk dibeli,” ujarnya.
Menurutnya, walaupun berbahan dasar limbah kayu, tapi dengan sentuhan tangan dinginnya, ia mampu menghadirkan kesan eksklusif dari produk yang diciptakan Kamar Kayu. Selain itu, ia juga mengedepankan kualitas dalam penggunaan bahan pendukung lainnya dalam pengolahan limbah kayu tersebut.
Hal itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya yang berasal dari berbagai kalangan. Anang juga menegaskan, meskipun berasal dari limbah kayu, tapi tidak semua limbah kayu secara keseluruhan digunakan untuk diproduksi menjadi karya kerajinan.
“Kita tetap sorti bahan limbah kayu ini. Mana yang masih layak itulah yang kita beli untuk kemudian diolah menjadi kerajinan. Dengan mengolah limbah kayu ini, saya tidak merusak lingkungan karena tidak melakukan penebangan pohon kita yang ada di Indonesia,” katanya.
Baca juga: Mundur dari Jabatan Manajer, Kini Sukses Kuliner Dimsum Omzet Ratusan Juta RupiahLimbah kayu yang digunakan Kamar Kayu ini berasal dari paketan produk impor yang biasanya dikirim dengan menggunakan kemasan kayu. Setelah isi paket diambil, maka kayu bekas paketan tersebut biasanya akan dibuang.
Kepedulian akan hal itulah yang membuat Anang berupaya mengolah kembali limbah kayu yang ada. Selain mampu mengubahnya hingga memiliki nilai tambah, kepedulian terhadap lingkungan juga membuat Anang tergerak untuk memanfaatkan sesuatu yang berasal dari limbah kayu.
“Konsep kita memang ingin membuat sebuah usaha daur ulang limbah. Selain itu kami juga telah menjalani kontrak dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) cabang Yogyakarta, untuk menjadi donatur tetap mereka,” katanya.
Menurutnya, dari keuntunga penjualan produk kerajinan Kamar Kayu sebagian disisihakan untuk didonasikan untuk kebutuhan lingkungan hidup di Yogyakarta. Walaupun bukan aktivis lingkungan hidup, tapi Anang memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang cukup tinggi.
Dengan bergerak di industri kreatif yang saat ini juga masih terus didukung oleh pemerintah, Anang meyakini ke depan sektor industri ini masih akan terus berkembang. Apalagi dengan kreativitas yang ada, mendorong pelaku usahanya untuk terus meningkatkan inovasi.
“Inovasi inilah yang menjadi nilai tambah, dan tidak pernah akan ada habisnya di pasaran. Sehingga saya rasa industri kreatif akan terus berkembang, tentunya didukung dengan peningkatan produktivitas,” ujarnya.
(zul)