Sinergi Kemendag dan Sekolah Ekspor, Lahirkan Eskportir Baru
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 25 September 2021 - 09:30 WIB
Ilustrasi eksportir baru. Foto: Langit7/Istock
Ekspor Indonesia menunjukkan peningkatan pada Agustus 2021 yang mencatatkan nilai tertinggi tahun ini, sebesar USD21,42 miliar. Capaian tersebut menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi di tanah air.
Untuk terus meningkatkan nilai ekspor Indonesia, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk terus memperkuat berbagai strategi yang ada. Hal itu dilakukan, guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Sekolah Ekspor. Dalam kerja sama ini, Kemendag berharap akan melahirkan eksportir baru yang akan menambah peningkatan nilai ekspor Indonesia.
“Kerja bersama yang telah dilakukan selama ini perlu kita pertahankan. Generasi muda dan pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi eksportir sesuai mandat Presiden Joko Widodo untuk mencetak 500 ribu eksportir baru,” kata Sekretaris Jenderal Kemendag, Suhanto, dalam keterangan tertulis di laman resmi Kemendag,Sabtu (25/9).
Baca juga:Airlangga: Realisasi KUR Capai Rp183,78 triliun
Saat ini, Indonesia memiliki Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan sedang mengintensifkan pembahasan Indonesia-European Union (EU) CEPA.
“Pemanfaatan perundingan perdagangan harus disiapkan dengan pembekalan bagi eksportir baru dan calon eksportir agar mampu menyiapkan diri untuk melakukan ekspor seluas-luasnya,” katanya.
Untuk terus meningkatkan nilai ekspor Indonesia, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya untuk terus memperkuat berbagai strategi yang ada. Hal itu dilakukan, guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Sekolah Ekspor. Dalam kerja sama ini, Kemendag berharap akan melahirkan eksportir baru yang akan menambah peningkatan nilai ekspor Indonesia.
“Kerja bersama yang telah dilakukan selama ini perlu kita pertahankan. Generasi muda dan pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi eksportir sesuai mandat Presiden Joko Widodo untuk mencetak 500 ribu eksportir baru,” kata Sekretaris Jenderal Kemendag, Suhanto, dalam keterangan tertulis di laman resmi Kemendag,Sabtu (25/9).
Baca juga:Airlangga: Realisasi KUR Capai Rp183,78 triliun
Saat ini, Indonesia memiliki Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan sedang mengintensifkan pembahasan Indonesia-European Union (EU) CEPA.
“Pemanfaatan perundingan perdagangan harus disiapkan dengan pembekalan bagi eksportir baru dan calon eksportir agar mampu menyiapkan diri untuk melakukan ekspor seluas-luasnya,” katanya.