Sunnah Rasulullah yang Jadi Tradisi, Mengenakan Pakaian Terbaik di Hari Raya
Lusi mahgriefie
Selasa, 11 Maret 2025 - 10:11 WIB
sumber: khaleejtime.com
Hari raya Idulfitri menjadi momen perayaan bagi seluruh umat Islam. Semua muslim merayakan dengan cara dan tradisi masing-masing, termasuk salah satunya mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki agar tampil menawan di hari istimewa.
Umat Islam disunnahkan mandi dan memakai wangi-wangian sebelum pergi menuju tempat sholat hari raya, serta mengenakan baju baru atau yang terbaik yang dimilikinya.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan Al-Hasan bin Ali ra. (cucu Rasulullah SAW), "Pada setiap hari raya, Rasulullah SAW menyuruh kami agar mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami punyai, dan menyembelih kurban hewan termahal yang mampu kami sediakan." (HR AI-Hakim).
Dalam buku berjudul Stimulant Langit Saat Idul Fitri disebutkan mengenai kebiasaan Rasulullah SAW yang diceritakan dalam buku Fiqh Us-Sunnah: Superagatory Prayers dari As-Sayyid Sabiq. Buku tersebut mengutip tulisan lbn Al-Qayyim yang mengatakan, pakaian terbaik tersebut memang hanya dikenakan di hari tertentu.
"Rasulullah SAW biasa menggunakan pakaian yang terbaik untuk hari-hari tersebut dan dia punya jubah (cloak) khusus yang hanya dipakai pada dua Hari Raya dan Jumat," tulis lbn AL-Qayyim. Jafar ibn Muhammad menjelaskan pakaian tersebut adalah Yemeni cloak.
Bagaimana pendapat ulama terkait hal ini?
Hadits, atsar, dan ijtihad ulama yang menganjurkan memakai baju terbaik pada hari raya ini dimaknai sebagai anjuran untuk memakai baju baru sebagaimana dikatakan oleh pakar fiqih Maliki Syekh Ahmad bin Ghunaim an-Nafrawi.
Umat Islam disunnahkan mandi dan memakai wangi-wangian sebelum pergi menuju tempat sholat hari raya, serta mengenakan baju baru atau yang terbaik yang dimilikinya.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan Al-Hasan bin Ali ra. (cucu Rasulullah SAW), "Pada setiap hari raya, Rasulullah SAW menyuruh kami agar mengenakan pakaian terbaik yang kami miliki, memakai minyak wangi terbaik yang kami punyai, dan menyembelih kurban hewan termahal yang mampu kami sediakan." (HR AI-Hakim).
Dalam buku berjudul Stimulant Langit Saat Idul Fitri disebutkan mengenai kebiasaan Rasulullah SAW yang diceritakan dalam buku Fiqh Us-Sunnah: Superagatory Prayers dari As-Sayyid Sabiq. Buku tersebut mengutip tulisan lbn Al-Qayyim yang mengatakan, pakaian terbaik tersebut memang hanya dikenakan di hari tertentu.
"Rasulullah SAW biasa menggunakan pakaian yang terbaik untuk hari-hari tersebut dan dia punya jubah (cloak) khusus yang hanya dipakai pada dua Hari Raya dan Jumat," tulis lbn AL-Qayyim. Jafar ibn Muhammad menjelaskan pakaian tersebut adalah Yemeni cloak.
Bagaimana pendapat ulama terkait hal ini?
Hadits, atsar, dan ijtihad ulama yang menganjurkan memakai baju terbaik pada hari raya ini dimaknai sebagai anjuran untuk memakai baju baru sebagaimana dikatakan oleh pakar fiqih Maliki Syekh Ahmad bin Ghunaim an-Nafrawi.