Pertamina Hadapi Krisis Kepercayaan Publik, Dosen Unair Sebut 4 Model Penanganan
Tim langit 7
Rabu, 12 Maret 2025 - 09:05 WIB
ilustrasi
Dugaan kasus megakorupsi PT Pertamina baru-baru ini menjadi isu besar yang menjadi perbincangan masyarakat. Kondisi ini berimbas kepada kepercayaan publik terhadap salah satu BUMN ini semakin menurun. Kekekecewaan publik begitu tinggi.
Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Dina Septiani BComm MComn PhD turut memberikan tanggapan. Menurutnya, kasus dugaan korupsi ini sangat memengaruhi persepsi publik terhadap Pertamina.
“Pertamina adalah perusahaan plat merah yang menarik perhatian publik. Lazimnya sebagai BUMN yang cukup memiliki performa yang baik, sudah melakukan pemetaan isu dari awal, di tengah-tengah isu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” jelasnya.
Komunikasi dan Strategi
Bagi Dina, penerapan manajemen krisis oleh Pertamina sudah sesuai dengan penanganan krisis yang dikemukakan oleh tokoh public relation, Burnett. Ia mengungkapkan bahwa ada empat model penanganan yang biasa perusahaan besar terapkan seperti Pertamina.
Model tersebut yang pertama adalah prinsip hubungan. Dalam hal ini organisasi harus menjaga hubungan baik dengan stakeholder. Kedua, accountability principle, di mana organisasi bertanggung jawab atas sebuah krisis yang mungkin sebenarnya tidak benar-benar melakukan kesalahan.
Baca juga:Fenomena Konsumen Beralih ke SPBU Swasta Pasca Kasus Korupsi Pertamina, Jampidsus: Jangan Tinggalkan Produk Kita
Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Dina Septiani BComm MComn PhD turut memberikan tanggapan. Menurutnya, kasus dugaan korupsi ini sangat memengaruhi persepsi publik terhadap Pertamina.
“Pertamina adalah perusahaan plat merah yang menarik perhatian publik. Lazimnya sebagai BUMN yang cukup memiliki performa yang baik, sudah melakukan pemetaan isu dari awal, di tengah-tengah isu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” jelasnya.
Komunikasi dan Strategi
Bagi Dina, penerapan manajemen krisis oleh Pertamina sudah sesuai dengan penanganan krisis yang dikemukakan oleh tokoh public relation, Burnett. Ia mengungkapkan bahwa ada empat model penanganan yang biasa perusahaan besar terapkan seperti Pertamina.
Model tersebut yang pertama adalah prinsip hubungan. Dalam hal ini organisasi harus menjaga hubungan baik dengan stakeholder. Kedua, accountability principle, di mana organisasi bertanggung jawab atas sebuah krisis yang mungkin sebenarnya tidak benar-benar melakukan kesalahan.
Baca juga:Fenomena Konsumen Beralih ke SPBU Swasta Pasca Kasus Korupsi Pertamina, Jampidsus: Jangan Tinggalkan Produk Kita