home masjid

Di Zaman Umar bin Khattab Salat Tarawih Sampai Subuh: Yang Dibaca Surat al-Anfal sampai Al-Sajadah

Jum'at, 14 Maret 2025 - 17:05 WIB
Surat yang dibaca imam pada masa Umar adalah surat-surat Al-Miun yakni antara surat al-Anfal sampai surat al-Sajadah. Ilustrasi: Arab News
LANGIT7.ID-Pada masa Khalifah Umar Bin Khattab, tepatnya pada Ramadan tahun ke-13 Hijrah, salat malam sangat lama, sampai subuh.

Ahmad Zarkasih Lc, dalam bukunya berjudul "Sejarah Tarawih" mengatakan salat tarawih lama dan panjang karena bacaan yang panjang.

Ibn Syabah dalam kitab sejarahnya tentang kota Madinah (Tarikh al-Madinah) meriwayatkan sebuah temuan yang menceritakan bahwa surat yang dibaca oleh imam pada masa Umar bin Khattab itu adalah surat-surat Al-Mi’un; yakni antara surat al-Anfal sampai surat al-Sajadah.

Karenanya wajar jika kemudian beberapa jemaah membawa tongkat untuk menopang mereka berdiri dalam salat. Bahkan ada yang mengikat dirinya dengan tali yang disambungkan ke atap agar tetap berdiri di waktu mereka sudah kelelahan.

Pada era Umar itu salat di malam Ramadan memang mulai berubah dibandingkan pada zaman Rasulullah SAW maupun di zaman Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Baca juga: Salat Tarawih Ngebut: Itukah yang Disabdakan Rasulullah SAW sebagai Pencuri?

Pada awalnya, salat di Masjid Nabawi ramai dengan bacaan banyak imam. Jamaah berpencar-pencar. Orang berpindah dari satu imam ke imam yang lain; sesuai dengan bacaan A;-Qur'an yang ia suka. Pada akhirnya, terjadi semacam kompetisi tidak tertulis tentang imam-imam “dadakan” di masjid Nabawi guna menarik perhatian makmum. Masjid pun menjadi gaduh dan bising.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya