home masjid

Kolom Ngabuburit Senja: Agama, Sumber Kedamaian atau Konflik?

Jum'at, 14 Maret 2025 - 17:35 WIB
Kolom Ngabuburit Senja: Agama, Sumber Kedamaian atau Konflik?
LANGIT7.ID-Membaca resolusi konflik yang diterapkan Nabi Muhammad dalam konflik klan Aus dan Khazraj seperti saya tulis kemarin, kita melihat bahwa Islam menjadi sumber kedamaian. Kedua kelompok yang terlibat rivalitas akut bertahun-tahun itu, akhirnya dapat didamaikan dengan nilai-nilai Islam. Bahkan kedua kelompok menyatu membentuk masyarakat baru di Madinah (kaum Anshar). Namun, dalam perjalanan selanjutnya, dalam penyebaran Islam juga terjadi banyak konflik, sebagaimana juga terjadi pada agama-agama lain. Sampai di sini, ada pertanyaan yang kerap diajukan: apakah agama itu sumber kedamaian atau sumber konflik?

Setiap perubahan sosial hampir pasti menimbulkan guncangan hebat, terutama yang bersifat radikal dan revolusioner. Sebab, umumnya perubahan itu melahirkan situasi yang katastropik. Sesuatu yang baru, termasuk agama, dihadapkan pada dua sikap: diterima atau ditolak. Jika diterima kan terjadi proses adaptasi, dan jika ditolak akan timbul resistensi. Ketika agama-agama samawi bermunculan, pada umumnya tatanan lama merespon dengan penolakan. Para penyembah berhala (pagan) yang biasa menyembah dewa-dewa (politeisme) tidak dapat menerima risalah agama-agama samawi bahwa Tuhan itu esa (monotesime).

Baca juga:Kolom Ngabuburit Senja: Pendamai Konflik, Pembangun Masyarakat Baru

Coba kita cermati kemunculan agama-agama samawi yang disebarkan para nabi. Ketika Ibrahim menyerukan risalah kebenaran (millah Ibrahim), ia ditolak bangsanya sendiri (Babilonia), bahkan dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud.

Ibrahim pun hijrah dari kampung halamannya di Ur Kasdim (lembah Mesopotamia, Irak) menuju Haran (Turki) dan berakhir di tanah Kanaan (Palestina). Ketika Musa membawa risalah (Yahudi), ditolak oleh Raja Mesir (Fir’aun) dan bahkan ditolak pula oleh bangsanya sendiri, Israil. Musa pun berhijrah dari Mesir menuju tanah terjanji Tanah Kanaan. Ketika Isa/Yesus membawa risalah (Nasrani/Kristen), bangsanya sendiri (Israil) juga menghukumnya. Demikian juga Muhammad. Ketika menyebarkan Islam, juga dimusuhi oleh bangsanya sendiri (Arab Quraisy). Muhammad pun hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Jika demikian, apakah agama menjadi ancaman? Dalam kontestasi kekuasaan (balance of power), agama dapat menjadi ancaman bagi status quo. Tetapi, agama itu adalah sistem nilai, petunjuk menuju Ilahi. Agama adalah spiritualisme menggapai jalan kebenaran. Maka, agama adalah jalan menuju kedamaian.

Di sini, agama memiliki ajaran, nilai-nilai, norma-norma, peraturan; bukan hanya untuk kepentingan ritual, melainkan pedoman untuk semua aspek kehidupan. Intinya agama menuntut umat manusia melakoni kehidupannya dalam mencari kebaikan dan kebenaran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya