Abu Yazid Al-Busthami: Kakbah Bisa Dikunjungi Tiap Saat karena Bukan Serambi Istana Raja
Miftah yusufpati
Senin, 17 Maret 2025 - 05:00 WIB
Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah tengkorak manusia yang bertuliskan, Tuli, bisu, buta ...mereka tidak memahami. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthami lahir di Bustham yang terletak di bagian timur Laut Persia. Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau adalah salah seorang Sulton Aulia, yang merupakan salah satu Syaikh yang ada di silsilah dalam thoriqoh Sadziliyah, Thoriqoh Suhrowardiyah dan beberapa thoriqoh lain.
Akan tetapi beliau sendiri menyebutkan di dalam kitab karangan tokoh di negeri Irbil sbb: "...bahwa mulai Abu Bakar Ash-Shiddiq sampai ke aku adalah golongan Shiddiqiah."
Perjalanan Abu Yazid menuju Kakbah memakan waktu dua belas tahun penuh. Hal ini karena setiap kali ia bersua dengan seorang pengkhotbah yang memberikan pengajaran di dalam perjalanan itu, Abu Yazid segera membentangkan sajadahnya dan melakukan salat sunnah dua rakaat.
Mengenai hal ini Abu Yazid mengatakan: "Kakbah bukanlah serambi istana raja, tetapi suatu tempat yang dapat dikunjungi orang setiap saat".
Akhirnya sampailah ia ke Kakbah tetapi ia tidak pergi ke Madinah pada tahun itu juga. "Tidaklah pantas kunjungan ke Madinah hanya sebagai pelengkap saja."
Baca juga: Kisah Abu Yazid al Busthami: Bakti kepada Allah dan Orang Tua
Abu Yazid menjelaskan, "Saya akan mengenakan pakaian haji yang berbeda untuk mengunjungi Madinah".
Akan tetapi beliau sendiri menyebutkan di dalam kitab karangan tokoh di negeri Irbil sbb: "...bahwa mulai Abu Bakar Ash-Shiddiq sampai ke aku adalah golongan Shiddiqiah."
Perjalanan Abu Yazid menuju Kakbah memakan waktu dua belas tahun penuh. Hal ini karena setiap kali ia bersua dengan seorang pengkhotbah yang memberikan pengajaran di dalam perjalanan itu, Abu Yazid segera membentangkan sajadahnya dan melakukan salat sunnah dua rakaat.
Mengenai hal ini Abu Yazid mengatakan: "Kakbah bukanlah serambi istana raja, tetapi suatu tempat yang dapat dikunjungi orang setiap saat".
Akhirnya sampailah ia ke Kakbah tetapi ia tidak pergi ke Madinah pada tahun itu juga. "Tidaklah pantas kunjungan ke Madinah hanya sebagai pelengkap saja."
Baca juga: Kisah Abu Yazid al Busthami: Bakti kepada Allah dan Orang Tua
Abu Yazid menjelaskan, "Saya akan mengenakan pakaian haji yang berbeda untuk mengunjungi Madinah".