home masjid

Kisah Nabi Nuh: Tanda-Tanda Banjir Besar, Bermula dari Pancaran Air di Dapur Rumah Sam

Selasa, 18 Maret 2025 - 17:51 WIB
Bahtera itu membawa mereka mengarungi ombak-ombak besar yang bergunung-gunung. Ilustrasi: AI
LANGIT.ID--Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Nuh, “Hai Nuh, apabila dapur rumah anakmu, Sam, telah memancarkan air, maka naiklah ke atas bahtera.”

Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menyebut Sam adalah anak sulung Nabi Nuh dan pada saat itu dia berusia 300 tahun. Dia telah kawin dengan seorang perempuan bernama Rahmah.

Nuh pergi ke rumah anaknya, Sam, dan bertemu menantunya. “Hai Rahmah, topan ini akan bermula dari dapur yang biasa engkau pakai untuk mengadon roti ini. Apabila engkau melihat dapur ini telah memancarkan air, maka saat itu juga cepat-cepat kabarkan kepadaku.”

Dapur itu terbuat dari batu hitam. Dan pada hari Jumat tanggal 10 bulan Rajab, Rahmah mengadon roti di dapur itu. Ketika dia sedang menyelesaikan roti yang terakhir, tiba-tiba ada air mengalir. Allah SWT berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ ۚ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ

Artinya: Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman". Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (QS Huud : 40).

Ketika Rahmah melihat air, dia menjerit, “Allahu akbar. Azab yang telah dijanjikan oleh Allah telah datang dan Nabi Nuh berkata benar.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya