Pemudik Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem, Pastikan Keselamatan Perjalanan dengan Pantau Info BMKG
Tim langit 7
Kamis, 20 Maret 2025 - 06:10 WIB
ilustrasi
Puncak arus mudik Lebaran 2025 diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025. Jika kebijakan Work From Anywhere (WFA) diterapkan, jumlah pergerakan masyarakat mencapai 12,1 juta orang
Dengan tingginya volume perjalanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemudik lebih waspada cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, dalam periode 10–14 Maret 2025, hujan lebat hingga ekstrem terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, dengan curah hujan tertinggi tercatat di Padang Pariaman, Sumatra Barat (210,0 mm) pada 12 Maret 2025.
Selain itu, Kepahiang, Bengkulu, mengalami curah hujan 153,0 mm, dan beberapa wilayah di Jawa Barat mencatat curah hujan di atas 100 mm selama beberapa hari berturut-turut.
Baca juga:Siapkan Pelayanan Terbaik, Jasa Marga Gelar Kick Off Siaga Operasional Idul Fitri 2025
Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan genangan air, yang dapat berdampak pada perjalanan darat, laut, dan udara.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya kesiapan pemudik dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Dengan tingginya volume perjalanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemudik lebih waspada cuaca ekstrem yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, dalam periode 10–14 Maret 2025, hujan lebat hingga ekstrem terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, dengan curah hujan tertinggi tercatat di Padang Pariaman, Sumatra Barat (210,0 mm) pada 12 Maret 2025.
Selain itu, Kepahiang, Bengkulu, mengalami curah hujan 153,0 mm, dan beberapa wilayah di Jawa Barat mencatat curah hujan di atas 100 mm selama beberapa hari berturut-turut.
Baca juga:Siapkan Pelayanan Terbaik, Jasa Marga Gelar Kick Off Siaga Operasional Idul Fitri 2025
Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan genangan air, yang dapat berdampak pada perjalanan darat, laut, dan udara.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya kesiapan pemudik dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.