Unsoed Purwokerto Terima 3.067 Mahasiswa Baru Jalur SNBP 2025
Haris budiman
Kamis, 20 Maret 2025 - 10:41 WIB
Potret kampus Unsoed Purwokerto. (dok.Humas Unsoed)
LANGIT7.ID-Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menerima 3.067 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Wakil Rektor Unsoed Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si mengucapkan selamat kepada peserta SNBP yang dinyatakan lolos seleksi masuk ke Unsoed.
Farid menyampaikan, mahasiswa baru yang berjumlah 3.067 orang diterima pada 46 program studi S1 dan 10 program diploma atau D3, yang merupakan 30 persen dari kuota penerimaan mahasiswa baru yang tersedia di Unsoed.
Pada SNBP Unsoed tahun 2025 ini , total peminat yang mendaftar di Unsoed sejumlah 25.932 peserta. Melalui proses seleksi diterima sejumlah 3.067 peserta, di mana peserta KIP berjumlah 746 peserta (24,33 persen).
Prodi Kedokteran Gigi Paling Ketat Persaingan
Lebih lanjut, Farid menjelaskan Program Studi Kedokteran Gigi menjadi program studi dengan tingkat keketatan tertinggi untuk kelompok Sains dan Teknologi (Saintek), dengan tingkat keketatan 3,3 persen.
Selanjutnya Program Studi Keperawatan dengan tingkat keketatan 4,42 persen, Program Studi Farmasi (5,51 persen), Program Studi Pendidikan Dokter (5,77 persen), dan Program Studi Informatika (6,19 persen).
Wakil Rektor Unsoed Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si mengucapkan selamat kepada peserta SNBP yang dinyatakan lolos seleksi masuk ke Unsoed.
Farid menyampaikan, mahasiswa baru yang berjumlah 3.067 orang diterima pada 46 program studi S1 dan 10 program diploma atau D3, yang merupakan 30 persen dari kuota penerimaan mahasiswa baru yang tersedia di Unsoed.
Pada SNBP Unsoed tahun 2025 ini , total peminat yang mendaftar di Unsoed sejumlah 25.932 peserta. Melalui proses seleksi diterima sejumlah 3.067 peserta, di mana peserta KIP berjumlah 746 peserta (24,33 persen).
Prodi Kedokteran Gigi Paling Ketat Persaingan
Lebih lanjut, Farid menjelaskan Program Studi Kedokteran Gigi menjadi program studi dengan tingkat keketatan tertinggi untuk kelompok Sains dan Teknologi (Saintek), dengan tingkat keketatan 3,3 persen.
Selanjutnya Program Studi Keperawatan dengan tingkat keketatan 4,42 persen, Program Studi Farmasi (5,51 persen), Program Studi Pendidikan Dokter (5,77 persen), dan Program Studi Informatika (6,19 persen).