6 Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Ramadhan
Tim langit 7
Kamis, 20 Maret 2025 - 13:10 WIB
ilustrasi
Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir pada Kamis (20/3/2025) malam Jumat. Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan secara sungguh-sungguh enam amalan.
Hal ini sebagaimana Ustadz Muhamad Abror tulis dalam artikelnya berjudul Kultum Ramadhan: 6 Amalan 10 Hari Terakhir Bulan Puasa yang dikutip Kamis (20/3/2025).
“Pada malam sepuluh terakhir, Rasulullah saw (lebih) bersungguh-sungguh (untuk beribadah), melebihi kesungguhan pada malam yang lain,” demikian Ustadz Abror mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.
Pertama, qiyamullail atau beribadah di malam hari.
Artinya, pada setiap malam di bulan suci ini, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan beribadah, tapi begitu masuk sepuluh hari terakhir kita dianjurkan untuk lebih bersungguh-sungguh.
Hal ini didasarkan pada satu hadits yang disampaikan Sayyidah ‘Aisyah dalam riwayat Imam Ahmad berikut. “Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, ‘Pada 20 hari yang pertama (di bulan Ramadhan), Nabi saw biasa mengkombinasikan antara shalat, puasa dan tidurnya. Namun jika telah masuk 10 hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya (menjauhi istri-istrinya).”
Menurut Ustadz Abror, ungkapan ‘mengencangkan sarung’ pada hadits di atas adalah bahasa kiasan yang menunjukkan Nabi mengurangi tidur bersama istri pada malam 10 hari terakhir Ramadhan demi lebih banyak beribadah.
Hal ini sebagaimana Ustadz Muhamad Abror tulis dalam artikelnya berjudul Kultum Ramadhan: 6 Amalan 10 Hari Terakhir Bulan Puasa yang dikutip Kamis (20/3/2025).
“Pada malam sepuluh terakhir, Rasulullah saw (lebih) bersungguh-sungguh (untuk beribadah), melebihi kesungguhan pada malam yang lain,” demikian Ustadz Abror mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.
Pertama, qiyamullail atau beribadah di malam hari.
Artinya, pada setiap malam di bulan suci ini, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan beribadah, tapi begitu masuk sepuluh hari terakhir kita dianjurkan untuk lebih bersungguh-sungguh.
Hal ini didasarkan pada satu hadits yang disampaikan Sayyidah ‘Aisyah dalam riwayat Imam Ahmad berikut. “Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, ‘Pada 20 hari yang pertama (di bulan Ramadhan), Nabi saw biasa mengkombinasikan antara shalat, puasa dan tidurnya. Namun jika telah masuk 10 hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya (menjauhi istri-istrinya).”
Menurut Ustadz Abror, ungkapan ‘mengencangkan sarung’ pada hadits di atas adalah bahasa kiasan yang menunjukkan Nabi mengurangi tidur bersama istri pada malam 10 hari terakhir Ramadhan demi lebih banyak beribadah.