Rayakan Lebaran 2025, Komisi IX Dorong Mudik Ramah Anak
Tim langit 7
Kamis, 20 Maret 2025 - 21:08 WIB
ilustrasi
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menekankan pentingnya penerapan konsep mudik ramah anak dalam mudik lebaran 2025. Konsep ini memastikan kesehatan, keselamatan dan hak anak serta perempuan selama perjalanan mudik.
Perempuan yang akrab disapa Ninik ini mengatakan, tradisi mudik harus diimbangi dengan antisipasi risiko, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Data terbaru menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas selama arus mudik masih menjadi ancaman serius. Pada periode mudik 2024, tercatat 1.835 kasus kecelakaan dengan 281 korban meninggal dunia, termasuk sejumlah ibu dan anak. Meski data spesifik korban anak belum tersedia, anak-anak tetap masuk kategori kelompok paling rentan.
“Kurangnya kesiapan layanan dan antisipasi selama mudik membuat kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil sering menjadi korban,” tegas Ninik.
Baca juga:Siapkan Pelayanan Terbaik, Jasa Marga Gelar Kick Off Siaga Operasional Idul Fitri 2025
Ia juga mengutip data historis dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2011 yang mencatat 2.770 kasus kecelakaan selama mudik, dengan korban tewas mencapai 449 orang, luka berat 760 orang, dan luka ringan 1.914 orang.
“Mudik adalah momen kebahagiaan, tetapi perjalanan jauh berisiko mengganggu kesehatan dan keselamatan anak. Karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan dan tempat istirahat yang layak bagi anak dan perempuan,” tambahnya.
Perempuan yang akrab disapa Ninik ini mengatakan, tradisi mudik harus diimbangi dengan antisipasi risiko, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Data terbaru menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas selama arus mudik masih menjadi ancaman serius. Pada periode mudik 2024, tercatat 1.835 kasus kecelakaan dengan 281 korban meninggal dunia, termasuk sejumlah ibu dan anak. Meski data spesifik korban anak belum tersedia, anak-anak tetap masuk kategori kelompok paling rentan.
“Kurangnya kesiapan layanan dan antisipasi selama mudik membuat kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil sering menjadi korban,” tegas Ninik.
Baca juga:Siapkan Pelayanan Terbaik, Jasa Marga Gelar Kick Off Siaga Operasional Idul Fitri 2025
Ia juga mengutip data historis dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2011 yang mencatat 2.770 kasus kecelakaan selama mudik, dengan korban tewas mencapai 449 orang, luka berat 760 orang, dan luka ringan 1.914 orang.
“Mudik adalah momen kebahagiaan, tetapi perjalanan jauh berisiko mengganggu kesehatan dan keselamatan anak. Karena itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan dan tempat istirahat yang layak bagi anak dan perempuan,” tambahnya.