Abu Yazid dan Seorang Muridnya: Penyakit Ujub dan Takabur Orang yang Sering Beribadah
Miftah yusufpati
Selasa, 25 Maret 2025 - 17:19 WIB
Kisah tersebut mengajarkan bahwa orang yang sering beribadah mudah terkena penyakit ujub dan takabur. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Abu Yazid Al-Bustami adalah sufi abad III Hijriyah berkebangsaan Persia, lahir tahun 804 M/188H. Nama kecilnya Tayfur, sedang lengkapnya Abu Yazid Tayfur ibn Isa ibn Surusyan al-Busthami.
Dalam literatur-literatur tasawuf, namanya sering ditulis dengan Bayazid Bastam. Kisah berikut ditulis Abu Thalib Al-Makki. Ia adalah sufi besar, pengarang kitab Qutubul Qulub fi Mu’ammalatil Mahbub, yang menjadi panduan bertarekat para sufi.
Sufi dari Baghdad, Irak, ini dikenal sebagai jenius dalam hal pemikiran yang tertuang dalam beberapa kitab yang cukup populer di kalangan para sufi maupun pengamat Tasawuf karena sering dirujuk dalam berbagai perbincangan. Abu Thalib Al-Makki wafat pada tahun 368 H / 966 M di Bahgdad. Berikut kisah Abu Yazid dan seorang muridnya itu.
Di samping seorang sufi, Abu Yazid juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang murid yang rajin mengikuti pengajiannya. Dengan tekun ia mendengarkan ceramah-ceramah Abu Yazid dan duduk bersama sahabat-sahabat beliau.
“Guru, aku sudah beribadah tiga puluh tahun lamanya. Aku salat setiap malam dan puasa setiap hari, dan aku tinggalkan syahwatku, tapi anehnya, aku belum menemukan pengalaman rohani yang Guru ceritakan. Aku belum pernah saksikan apa pun yang Guru gambarkan. Pengetahuan yang engkau sampaikan ini belum pernah menyentuh hatiku. Walau demikian aku percaya kepada pengetahuan itu dan senang mendengarkan ceramah-ceramahmu".
"Walaupun engkau berpuasa siang malam selama tiga ratus tahun, sedikit pun dari ceramah-ceramahku ini tidak akan dapat engkau hayati".
"Mengapa demikian?" tanya sang murid.
Dalam literatur-literatur tasawuf, namanya sering ditulis dengan Bayazid Bastam. Kisah berikut ditulis Abu Thalib Al-Makki. Ia adalah sufi besar, pengarang kitab Qutubul Qulub fi Mu’ammalatil Mahbub, yang menjadi panduan bertarekat para sufi.
Sufi dari Baghdad, Irak, ini dikenal sebagai jenius dalam hal pemikiran yang tertuang dalam beberapa kitab yang cukup populer di kalangan para sufi maupun pengamat Tasawuf karena sering dirujuk dalam berbagai perbincangan. Abu Thalib Al-Makki wafat pada tahun 368 H / 966 M di Bahgdad. Berikut kisah Abu Yazid dan seorang muridnya itu.
Di samping seorang sufi, Abu Yazid juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang murid yang rajin mengikuti pengajiannya. Dengan tekun ia mendengarkan ceramah-ceramah Abu Yazid dan duduk bersama sahabat-sahabat beliau.
“Guru, aku sudah beribadah tiga puluh tahun lamanya. Aku salat setiap malam dan puasa setiap hari, dan aku tinggalkan syahwatku, tapi anehnya, aku belum menemukan pengalaman rohani yang Guru ceritakan. Aku belum pernah saksikan apa pun yang Guru gambarkan. Pengetahuan yang engkau sampaikan ini belum pernah menyentuh hatiku. Walau demikian aku percaya kepada pengetahuan itu dan senang mendengarkan ceramah-ceramahmu".
"Walaupun engkau berpuasa siang malam selama tiga ratus tahun, sedikit pun dari ceramah-ceramahku ini tidak akan dapat engkau hayati".
"Mengapa demikian?" tanya sang murid.