PLN Gandeng Jasindo Asuransikan Aset Kelistrikan Senilai US$ 25 Miliar
Mahmuda attar hussein
Senin, 27 September 2021 - 08:00 WIB
Aset PLN yang diasuransikan ke Jasindo. Foto: Humas PLN
PT PLN (Persero) bersinergi dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dalam upaya mengamankan risiko operasionalnya. Lewat sinergi kedua BUMN ini, dilakukan serah terima Perjanjian Kerja Sama terkait jaminan asuransi aset operasional PLN Group.
PLN memberi kepercayaan pada Asuransi Jasindo untuk bertindak sebagai Leader Konsorsium dalam menjamin risiko ketenagalistrikan nasional yang terus dikembangkan oleh PLN. Secara keseluruhan, total aset yang dijaminkan risikonya mencapai sekitar US$ 25 miliar. Terdiri dari gardu induk, saluran transmisi, hingga pembangkit termasuk di dalamnya pembangkit Energi Baru Terbarukan yang akan terus dikembangkan PLN.
Acara serah terima dilakukan pada Kamis (23/9/2021). Hadir mewakili PLN, Executive Vice President Manajemen Keuangan Aset PLN Dwi Hartono. Sementara dari Asuransi Jasindo diwakili oleh Direktur Bisnis Strategis Syah Amondaris.
Baca juga:Investasi Rp 1,9 Triliun, PLN Rampungkan Kabel Listrik Bawah Laut Sumatera-Bangka Akhir 2021
Dwi menyebutkan kerja sama strategis ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk menjaga operasinya dari risiko yang mungkin dihadapi di masa depan.
“Intinya dari suatu sistem manajemen risiko walaupun kami sudah melakukan mitigasi, tetap saja bisa terjadi suatu kerusakan terhadap peralatan yang kami miliki. Apalagi sebagian besar aset PLN merupakan obyek vital nasional. Untuk itu perlu ada satu pihak lain yang bisa mengcover satu risiko tersebut, dalam hal ini adalah asuransi,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, asuransi merupakan suatu praktik yang lumrah. Terlebih untuk menjaga nilai aset yang dimiliki PLN.
PLN memberi kepercayaan pada Asuransi Jasindo untuk bertindak sebagai Leader Konsorsium dalam menjamin risiko ketenagalistrikan nasional yang terus dikembangkan oleh PLN. Secara keseluruhan, total aset yang dijaminkan risikonya mencapai sekitar US$ 25 miliar. Terdiri dari gardu induk, saluran transmisi, hingga pembangkit termasuk di dalamnya pembangkit Energi Baru Terbarukan yang akan terus dikembangkan PLN.
Acara serah terima dilakukan pada Kamis (23/9/2021). Hadir mewakili PLN, Executive Vice President Manajemen Keuangan Aset PLN Dwi Hartono. Sementara dari Asuransi Jasindo diwakili oleh Direktur Bisnis Strategis Syah Amondaris.
Baca juga:Investasi Rp 1,9 Triliun, PLN Rampungkan Kabel Listrik Bawah Laut Sumatera-Bangka Akhir 2021
Dwi menyebutkan kerja sama strategis ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk menjaga operasinya dari risiko yang mungkin dihadapi di masa depan.
“Intinya dari suatu sistem manajemen risiko walaupun kami sudah melakukan mitigasi, tetap saja bisa terjadi suatu kerusakan terhadap peralatan yang kami miliki. Apalagi sebagian besar aset PLN merupakan obyek vital nasional. Untuk itu perlu ada satu pihak lain yang bisa mengcover satu risiko tersebut, dalam hal ini adalah asuransi,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, asuransi merupakan suatu praktik yang lumrah. Terlebih untuk menjaga nilai aset yang dimiliki PLN.