Kondisi Sutradara Palestina Hamdan Ballal Usai Bebas dari Sekapan Israel: Wajah Memar dan Baju Penuh Darah
Esti setiyowati
Rabu, 26 Maret 2025 - 11:22 WIB
Salah satu sutradara film No Other Land, Hamdan Ballal yang sempat disekap tentara Israel. Foto: Istimewa.
Sutradara asal Palestina, Hamdan Ballal akhirnya dibebaskan setelah ditahan oleh tentara Israel. Hal tersebut diketahui melalui unggahan rekan sineasnya Yuval Abraham di platform X.
"Setelah diborgol sepanjang malam dan dipukuli di pangkalan militer, Hamdan Ballal sekarang bebas dan akan segera pulang ke keluarganya." tulis Yuval Abraham pada pada Selasa (25/3/2025) waktu setempat.
Hamdan Ballal adalah salah satu sutradara film dokumenter pemenang Oscar, No Other Land. Ia ditahan oleh tentara Israel setelah diserang oleh para pemukim.
Baca juga: No Other Land, Film Dokumenter Kisah Pahit Penggusuran Warga Palestina Menang Oscar
Kantor berita Associated Press mengatakan wartawannya juga melihat Ballal dan dua warga Palestina lainnya meninggalkan kantor polisi tempat mereka ditahan di pemukiman Israel di Kiryat Arba di Tepi Barat yang diduduki.
Menurut laporan AP, Ballal mengalami memar di wajahnya dengan noda darah di pakaiannya.
Ballal mengatakan dia ditahan di pangkalan militer dan dipaksa tidur di bawah pendingin udara yang dingin.
"Setelah diborgol sepanjang malam dan dipukuli di pangkalan militer, Hamdan Ballal sekarang bebas dan akan segera pulang ke keluarganya." tulis Yuval Abraham pada pada Selasa (25/3/2025) waktu setempat.
Hamdan Ballal adalah salah satu sutradara film dokumenter pemenang Oscar, No Other Land. Ia ditahan oleh tentara Israel setelah diserang oleh para pemukim.
Baca juga: No Other Land, Film Dokumenter Kisah Pahit Penggusuran Warga Palestina Menang Oscar
Kantor berita Associated Press mengatakan wartawannya juga melihat Ballal dan dua warga Palestina lainnya meninggalkan kantor polisi tempat mereka ditahan di pemukiman Israel di Kiryat Arba di Tepi Barat yang diduduki.
Menurut laporan AP, Ballal mengalami memar di wajahnya dengan noda darah di pakaiannya.
Ballal mengatakan dia ditahan di pangkalan militer dan dipaksa tidur di bawah pendingin udara yang dingin.