home masjid

Zakat Pahala Konsep Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani: Membersihkan Kalbu dari Sifat-Sifat Tercela

Rabu, 26 Maret 2025 - 17:41 WIB
Syaikh Abdul Qadir al Jilani banyak yang mengultuskan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Konsep zakat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani memiliki dua aspek: aspek syari’ah dan aspek thariqah. Zakat syari’ah berupa zakat hasil pekerjaan duniawi. Sedangkan zakat thariqah berupa zakat dari hasil pekerjaan ukhrawi.

Zakat thariqah juga berarti menyucikan qalbu sehingga qalbu menjadi bersih dan dapat tersambung kepada Allah. Orang yang berzakat thariqah akan memiliki kepedulian sosial yang tinggi kepada orang lain.

Yang dimaksud dengan zakat thariqah adalah zakat pahala untuk orang-orang yang fakir dan miskin pahala karena kurangnya ilmu pengetahuan tentang agama sehingga amal ibadahnya sedikit bahkan ditolak oleh Allah SWT.

Hal ini seperti perkataan Syaikh Abdul Qâdir al-Jîlani sebagai berikut: “Zakat thariqah diberikan kepada ahli maksiat dari hasil amalan ukhrawi (sang muzakki) untuk mendapat rida Allah SWT. Lalu Allah mengampuni para ahli maksiat itu. Amalan ukhrawi yang dimaksud adalah sedakah, salat, puasa, zakat, haji, bacaan tasbih, tahlil, bacaan Al Qur’an, kepedulian sosial dan amalan-amalan baik lainnya.

Dengan begitu, tak ada pahala bagi orang yang berzakat tarekat (karena sudah diberikan kepada orang “fakir”), maka jadilah dia orang yang pailit (bangkrut dalam arti tidak memiliki lagi pahala ibadah bagi dirinya)."

Baca juga: Lebaran Sebentar Lagi: Mereka yang Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

Syaikh Abdul Qâdir dalam kitab Sirr Al-Asrâr berpendapat bahwa Allah menyukai hambaNya yang pailit berdasarkan pada sebuah hadis:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya