Kisah Nabi Nuh Marah: Mendoakan Keturunan Ham Hitam dan Terhina Menjadi Budak
Miftah yusufpati
Kamis, 27 Maret 2025 - 17:00 WIB
Nabi Nuh mengutuk anaknya kedua yang bernama Ham menjadi hitam dan terhina. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Ka’ab al-Ahbar mengatakan, setelah Nabi Nuh berusia lanjut dan mendekati ajalnya, dia mengundang anak cucunya. Dia memohon kepada Allah agar mengabulkan doanya.
Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan Nabi Nuh naik ke puncak gunung. Selanjutnya ia memanggil Ham. Tidak seperti Sam, anak kedua ini tidak menyambut panggilan ayahnya.
Akhirnya, Nabi Nuh mengutuk dalam doanya, “Ya Allah, buatlah anak cucunya menjadi terhina dan hitamkanlah paras mereka. Jadikanlah mereka sebagai budak dan pelayan bagi keturunan Sam.”
Baca juga: Kisah Nabi Nuh Gemetar Didatangi Malaikat Maut: Wafat setelah Minum Air Surga
Menurut sebuah riwayat, Ham mempunyai seorang anak yang bernama Mishrayim. Dia mendengar doa kakeknya itu. Dia pun mendatangi Nabi Nuh, “Wahai kakek, aku penuhi panggilanmu, sebab ayahku tidak memenuhinya.”
Nabi Nuh meletakkan kedua tangannya di badan Mishrayim dan berdoa, “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah mengabulkan doaku, maka berkatilah anak ini beserta keturunannya. Tempatkanlah mereka di bumi yang diberkati yang merupakan induk negeri dan tempat hiruk pikuknya para hamba, yang sungainya merupakan sungai terunggul.”
Dan pada masa berikutnya, Mishrayim menetap di Mesir. Tempat yang ditinggalinya diberi nama dengan namanya dan di antara keturunannya adalah suku Qibthi.
Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan Nabi Nuh naik ke puncak gunung. Selanjutnya ia memanggil Ham. Tidak seperti Sam, anak kedua ini tidak menyambut panggilan ayahnya.
Akhirnya, Nabi Nuh mengutuk dalam doanya, “Ya Allah, buatlah anak cucunya menjadi terhina dan hitamkanlah paras mereka. Jadikanlah mereka sebagai budak dan pelayan bagi keturunan Sam.”
Baca juga: Kisah Nabi Nuh Gemetar Didatangi Malaikat Maut: Wafat setelah Minum Air Surga
Menurut sebuah riwayat, Ham mempunyai seorang anak yang bernama Mishrayim. Dia mendengar doa kakeknya itu. Dia pun mendatangi Nabi Nuh, “Wahai kakek, aku penuhi panggilanmu, sebab ayahku tidak memenuhinya.”
Nabi Nuh meletakkan kedua tangannya di badan Mishrayim dan berdoa, “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah mengabulkan doaku, maka berkatilah anak ini beserta keturunannya. Tempatkanlah mereka di bumi yang diberkati yang merupakan induk negeri dan tempat hiruk pikuknya para hamba, yang sungainya merupakan sungai terunggul.”
Dan pada masa berikutnya, Mishrayim menetap di Mesir. Tempat yang ditinggalinya diberi nama dengan namanya dan di antara keturunannya adalah suku Qibthi.