Kolom Ngabuburit Senja: Yahudi Juga Manusia
Tim langit 7
Kamis, 27 Maret 2025 - 17:39 WIB
Kolom Ngabuburit Senja: Yahudi Juga Manusia
LANGIT7.ID-Yerusalem di musim dingin. Suhu di titik 0 derajat Celcius. Saya antre di pos pemeriksaan, beberapa meter menuju Pintu Pengampunan (Bab Al-Hutta atau Remission Gate), salah satu akses memasuki kompleks Baitul Maqdis. Malam itu tubuh gemetaran kedinginan, pikiran macam-macam begitu melihat pos pemeriksaan tentara Israel. Tubuh digeledah, ransel diperiksa. Para tentara berpakaian lapangan (PDL) lengkap dengan senjata di tangan. Mudah-mudahan aman, saya membatin. Eh, tentara yang memeriksa malah bertanya, "Where are you from?" Wajahnya pas di depan wajah saya. "Indonesia," jawab saya.
Biasanya, karena urusan pekerjaan, saya banyak bertanya. Tapi kali ini memilih pasif supaya tak memancing masalah. Malah diulangi, "Indonesia?" Saya jawab pendek saja, "Yes!" Pengin cepat-cepat berlalu dari pos itu. Apalagi melihat ada beberapa orang dari negara lain tertahan di pinggir pos pemeriksaan itu. Duh, jangan sampai mengalami nasib sama. Saya sempat terkesiap ketika ia menyuruh saya bergeser ke posisi temannya, sekitar empat langkah. Apa diperiksa lagi? Rupanya, dia menyuruh saya menghangatkan tubuh di dekat perapian. Saya surprisedjuga. Wah ramah juga dengan orang Indonesia.
Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politik
Mereka pasti tahu tentang Indonesia, yang luasnya hampir 100 kali negara mereka. Tetapi Indonesia dan Israel tidak punya hubungan diplomatik. Indonesia bukan saja menolak keras pendudukan Israel di tanah Palestina tetapi setiap tindakan kekerasan yang mereka lakukan. Dalam forum OKI dan PBB, Indonesia gencar memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Mayoritas warga Indonesia memihak Palestina, walau ada juga yang pro Israel. Bisa dicek komentar-komentar di medsos terkait serangan Israel ke Gaza, sejak 27 Oktober 2023 tanpa henti. Pro Israel bilang, itu tindakan balasan terhadap serangan mendadak Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Dalam konteks konflik di Timur-Tengah ini, sudah tidak valid lagi melihat siapa yang menyerang duluan. Karena, semua pihak sama-sama melakukannya. Pada Perang Enam (5-10 Juni 1967), Israel melakukan serangan lebih dulu. Pertahanan udara Mesir dibombardir, sampai tak berkutik. Koalisi Arab (Mesir, Yordania, Suriah, Irak, Lebanon, PLO) keok. Mesir kehilangan Sinai, Yordania kehilangan Tepi Barat, Suriah kehilangan Dataran Tinggi Golan.
Baca juga:Kolom Ngabuburit Senja: Ashabiyah Modern
Biasanya, karena urusan pekerjaan, saya banyak bertanya. Tapi kali ini memilih pasif supaya tak memancing masalah. Malah diulangi, "Indonesia?" Saya jawab pendek saja, "Yes!" Pengin cepat-cepat berlalu dari pos itu. Apalagi melihat ada beberapa orang dari negara lain tertahan di pinggir pos pemeriksaan itu. Duh, jangan sampai mengalami nasib sama. Saya sempat terkesiap ketika ia menyuruh saya bergeser ke posisi temannya, sekitar empat langkah. Apa diperiksa lagi? Rupanya, dia menyuruh saya menghangatkan tubuh di dekat perapian. Saya surprisedjuga. Wah ramah juga dengan orang Indonesia.
Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politik
Mereka pasti tahu tentang Indonesia, yang luasnya hampir 100 kali negara mereka. Tetapi Indonesia dan Israel tidak punya hubungan diplomatik. Indonesia bukan saja menolak keras pendudukan Israel di tanah Palestina tetapi setiap tindakan kekerasan yang mereka lakukan. Dalam forum OKI dan PBB, Indonesia gencar memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Mayoritas warga Indonesia memihak Palestina, walau ada juga yang pro Israel. Bisa dicek komentar-komentar di medsos terkait serangan Israel ke Gaza, sejak 27 Oktober 2023 tanpa henti. Pro Israel bilang, itu tindakan balasan terhadap serangan mendadak Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Dalam konteks konflik di Timur-Tengah ini, sudah tidak valid lagi melihat siapa yang menyerang duluan. Karena, semua pihak sama-sama melakukannya. Pada Perang Enam (5-10 Juni 1967), Israel melakukan serangan lebih dulu. Pertahanan udara Mesir dibombardir, sampai tak berkutik. Koalisi Arab (Mesir, Yordania, Suriah, Irak, Lebanon, PLO) keok. Mesir kehilangan Sinai, Yordania kehilangan Tepi Barat, Suriah kehilangan Dataran Tinggi Golan.
Baca juga:Kolom Ngabuburit Senja: Ashabiyah Modern