Ini Kisi-kisi UTBK-SNBT, Penting Dipelajari Sambil Menunggu Ujian Tiba
Lusi mahgriefie
Jum'at, 28 Maret 2025 - 12:44 WIB
Ilustrasi: ist
Pendaftaran jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 telah ditutup kemarin, Kamis (27/3). Kini para peserta yang telah mendapatkan kartu ujian, hanya tinggal menunggu pelaksanaan UTBK yang akan diselenggarakan pada 23 April-03 Mei 2025 mendatang.
Sambil menunggu waktunya tiba, tidak ada salahnya kamu mempersiapkan diri dengan baik supaya pada hari H bisa lebih siap dan tenang menghadapi ujian. Salah satu persiapannya yaitu, menguasai materi yang akan diujikan.
Apa saja materi yang diujikan untuk UTBK-SNBT?
Berdasarkan penjelasan pada kebijakan umum, materi tes dalam UTBK 2025 terdiri dari dua komponen besar yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Sebagaimana melansir laman resmi SNPMB.
1. Tes Potensi Skolastik
Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah tes yang didesain untuk menguji kemampuan berpikir siswa sekolah calon mahasiswa baru, yaitu kemampuan untuk memahami dan bernalar yang diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam pendidikan formal, khususnya pendidikan tinggi.
TPS sendiri terdiri dari empat komponen yaitu Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, serta Pengetahuan Kuantitatif. Komponen Penalaran Umum terdiri dari tiga sub-komponen, ialah penalaran induktif, penalaran deduktif, dan penalaran kuantitatif.
Sambil menunggu waktunya tiba, tidak ada salahnya kamu mempersiapkan diri dengan baik supaya pada hari H bisa lebih siap dan tenang menghadapi ujian. Salah satu persiapannya yaitu, menguasai materi yang akan diujikan.
Apa saja materi yang diujikan untuk UTBK-SNBT?
Berdasarkan penjelasan pada kebijakan umum, materi tes dalam UTBK 2025 terdiri dari dua komponen besar yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Sebagaimana melansir laman resmi SNPMB.
1. Tes Potensi Skolastik
Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah tes yang didesain untuk menguji kemampuan berpikir siswa sekolah calon mahasiswa baru, yaitu kemampuan untuk memahami dan bernalar yang diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam pendidikan formal, khususnya pendidikan tinggi.
TPS sendiri terdiri dari empat komponen yaitu Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, serta Pengetahuan Kuantitatif. Komponen Penalaran Umum terdiri dari tiga sub-komponen, ialah penalaran induktif, penalaran deduktif, dan penalaran kuantitatif.