home masjid

Kolom Ngabuburit Senja: Mulai dari Nol, Pak!

Ahad, 30 Maret 2025 - 17:55 WIB
Kolom Ngabuburit Senja: Mulai dari Nol, Pak!
LANGIT7.ID-Untuk persiapan silaturahim ke luar kota pada hari Raya Idul Fitri, kemarin saya mengisi bensin di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) atau pom bensin. "Mulai dari nol (0) ya pak," kata operator SPBU sembari menekan tombol angka-angka di mesin dispenser pompa. Saya mengangguk saja. Sambil menanti tangki kendaraan terisi, saya sempat memikirkan tentang angka 0 itu. Memang sudah template operator SPBU mengucapkan kalimat itu setiap memulai melakukan pengisian BBM ke kendaraan. Namun, kemarin serasa ada rasa yang beda. Oh, rupanya hari ini hari terakhir puasa Ramadan di tahun 2025. Semalam, sidang isbat di Kementerian Agama memutuskan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriyah atau Lebaran tahun ini jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025.

Artinya besok Ramadan sudah pergi meninggalkan kita. Setiap waktu menjelang kepergian Ramadan ada rasa sedih yang menggelayut. Sebab, Ramadan adalah bulan penuh berkah, ketika Tuhan melipatgandakan pahala atas amal perbuatan manusia. Ramadan telah membersihkan karat dan daki yang ada di dalam diri kita. Rasa sedih juga bukan hanya akan ditinggalkan Ramadan, tetapi belum tentu dapat bertemu Ramadhan kembali di tahun depan. Itulah yang membuat kerinduan akan Ramadan tak tertahankan, walaupun ia belum-belum meninggalkan kita pada hari terakhir ini. Malam nanti sudah berkumandang takbir, menyambut datangnya Idul Fitri. Artinya kita kembali ke fitrah suci, ke angka 0 (nol).

Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Beragama versus Beriman

Puasa adalah terjemahan dari kata shiyam dan shaum (bahasa Arab). Maknanya sama yaitu “menahan”. Dalam Al-Quran, kata shiyam disebut sebanyak 9 (sembilan) kali. Terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 183 (satu kali), ayat 187 (dua kali), ayat 196 (dua kali); surat An-Nisa’ ayat 92 (satu kali); surat Al-Ma’idah ayat 89 (satu kali) dan ayat 95 (satu kali); serta surat Al-Mujadalah ayat 4 (satu kali). Sedangkan kata shaum disebut hanya 1 (satu) kali, yaitu dalam surat Maryam ayat 26.



Meskipun artinya sama, tetapi kedua kata itu berbeda secara semantik. Kata shiyam dimaknai “menahan dari makan, minum, dan berhubungan suami istri”. Makna ini yang merujuk pada puasa Ramadan. Adapun kata shaum dimaknai sebagai “menahan dari berbicara”. Ini puasa khusus yang dilakukan perempuan mulia Maryam setelah melahirkan Nabi Isa. “Sesungguhnya aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Oleh karena itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini’ (QS. Maryam: 26).

Baca juga:Kolom Ngabuburit Senja: Ketika Mulut Terkunci
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya