home masjid

Makna Idulfitri Ternyata Hari Raya Berbuka Puasa: Benarkah Bukan Kembali kepada Fitrah?

Selasa, 01 April 2025 - 05:53 WIB
Idulfitri bermakna kembali berbuka. Ilustrasi: Freepik
LANGIT7.ID--Salah satu hari yang diharamkan berpuasa adalah hari raya Idulfitri . Bahkan, dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa berniat tidak puasa pada saat hari Idulfitri itu pahalanya seperti orang yang sedang puasa di hari-hari yang tidak dilarang.

Sebelum salat Idul Fitri, RasulullahSAWbiasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh. Jadi, makan dulu sebelum salat merupakan sunnah pada saat hari raya Idul Fitri. Dalam sebuah hadis menjelaskan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَايَغْدُوْ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْ كُلُ ثَمَرَاتٍ وَيَأُكلُهُنَّ وِتْرًا

Artinya, "Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw tidak berangkat ke tempat salat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

Dalam kamus “Al-Munawwir Arab–Indonesia”, al fith-ru (الفطر) adalah kasru ash-shawmi, yang artinya hal buka puasa. Selain fith-run, buka puasa disebut juga ifthâr (sighat mashdar dari afthara – yufthiru).

Baca juga: Idulfitri Bukan Waktu Berfoya-foya dengan Kesenangan Duniawi

Senada dengan hal tersebut, makan pagi yang dalam bahasa Inggris kita kenal dengan istilah breakfast (menghentikan puasa), dalam bahasa Arab disebut futhûr.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya