Profil Ustadz Adi Hidayat dan Gus Baha: Dua Ulama dengan Pikiran yang Menerangi Umat
Tim langit 7
Sabtu, 05 April 2025 - 12:02 WIB
Profil Ustadz Adi Hidayat dan Gus Baha: Dua Ulama dengan Pikiran yang Menerangi Umat
LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam dunia dakwah kontemporer, nama Ustadz Adi Hidayat dan Gus Baha (K.H. Bahauddin Nursalim) telah menjadi sosok yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Keduanya dikenal sebagai ulama yang memiliki kedalaman ilmu, kharisma, serta cara berpikir yang mencerahkan. Meski dengan gaya berbeda, keduanya sama-sama berkomitmen membawa umat kepada pemahaman agama yang moderat, mendalam, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Adi Hidayat: Dai Ilmiah yang Memadukan Teknologi dan Tafsir Kontekstual
Lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 Juli 1984, Ustadz Adi Hidayat (AIH) adalah seorang ulama lulusan Universitas Islam Madinah dan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Ia dikenal sebagai pendakwah yang menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari tafsir, hadits, fiqh, hingga sains modern.
Pemikiran Mencerahkan:
- Integrasi Sains dan Al-Qur’an: Ustadz Adi sering menjelaskan fenomena ilmiah dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an, seperti proses penciptaan manusia, astronomi, dan kedokteran.
- Dakwah Digital: Ia memanfaatkan platform YouTube, Instagram, dan podcast untuk menyebarkan ilmu, menjadikan kajiannya mudah diakses oleh generasi milenial.
Ustadz Adi Hidayat: Dai Ilmiah yang Memadukan Teknologi dan Tafsir Kontekstual
Lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 Juli 1984, Ustadz Adi Hidayat (AIH) adalah seorang ulama lulusan Universitas Islam Madinah dan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Ia dikenal sebagai pendakwah yang menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari tafsir, hadits, fiqh, hingga sains modern.
Pemikiran Mencerahkan:
- Integrasi Sains dan Al-Qur’an: Ustadz Adi sering menjelaskan fenomena ilmiah dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an, seperti proses penciptaan manusia, astronomi, dan kedokteran.
- Dakwah Digital: Ia memanfaatkan platform YouTube, Instagram, dan podcast untuk menyebarkan ilmu, menjadikan kajiannya mudah diakses oleh generasi milenial.