home global news

Microsoft Pecat Dua Karyawan Gara-Gara Protes Soal Proyek AI dengan Militer Israel

Rabu, 09 April 2025 - 05:51 WIB
Microsoft Pecat Dua Karyawan Gara-Gara Protes Soal Proyek AI dengan Militer Israel
LANGIT7.ID-Jakarta;Microsoft memecat dua karyawannya yang melakukan aksi protes saat acara perayaan 50 tahun perusahaan. Aksi itu dilakukan untuk menentang kerja sama Microsoft dalam menyediakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk militer Israel. Informasi ini disampaikan oleh kelompok yang mendampingi para pegawai tersebut.

Dalam surat pemecatan yang diterima Senin lalu, Microsoft menuduh salah satu dari mereka melakukan pelanggaran serius. Aksi itu dianggap sengaja dilakukan untuk cari sensasi dan mengganggu acara besar yang sudah direncanakan lama. Sementara pegawai satunya lagi sebenarnya sudah mengajukan resign, tapi Microsoft memintanya pergi lebih cepat lima hari dari jadwal keluar.

Aksi protes dimulai hari Jumat ketika seorang software engineer Microsoft, Ibtihal Aboussad, maju ke arah panggung. Saat itu, salah satu petinggi perusahaan sedang memperkenalkan fitur-fitur baru dan rencana jangka panjang Microsoft soal AI.

“Kalian bilang AI digunakan untuk hal baik, tapi nyatanya Microsoft malah jual AI buat senjata ke militer Israel,” teriak Aboussad ke CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman. “Sudah 50 ribu orang meninggal, dan Microsoft ikut berperan dalam genosida ini.”

Aksi Aboussad bikin Suleyman harus menghentikan pidatonya yang sedang disiarkan langsung dari kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington. Acara itu dihadiri oleh nama-nama besar seperti pendiri Microsoft Bill Gates dan mantan CEO Steve Ballmer.

Microsoft bilang, Suleyman tetap tenang dan mencoba meredam suasana. “Terima kasih atas protesmu, saya mendengarnya,” kata Suleyman. Tapi Aboussad tetap meneriakkan bahwa Suleyman dan “seluruh Microsoft” punya darah di tangan mereka. Ia bahkan melemparkan syal keffiyeh—simbol dukungan terhadap Palestina—ke atas panggung sebelum akhirnya diamankan petugas keamanan.

Protes tidak berhenti di situ. Seorang pegawai Microsoft lainnya, Vaniya Agrawal, juga ikut melakukan interupsi di bagian acara berikutnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya