Irak Minta Iran Berbagi Aliran Air Sungai ke Tigris dan Efrat
Muhajirin
Selasa, 13 Juli 2021 - 08:04 WIB
Ilustrasi. Foto: Anadolu Agency
Kebutuhan air di Iran dan Irak, mencuat jadi persoalan kedua negara tersebut. Irak meminta Iran untuk menghormati hak-haknya di tengah sengketa air antara keduanya.
Irak sangat bergantung pada sungai Tigris dan Eufrat, yang menyumbang lebih dari 90 persen air tawar di negara itu. Karena itu, Baghdad meminta Teheran tidak mengubah aliran sungai yang mengalir ke Tigris dan Efrat.
Selain itu, Baghdad juga mempersoalkan pembangunan bendungan yang bertentangan dengan hukum internasional. "Iran belum menunjukkan respons [positif] dan masih memutus aliran air dari Sungai Sirwan, Karun, Karkheh, dan Alwand, sehingga penduduk Diyala (provinsi di Irak timur) yang mengandalkan air yang berasal dari Iran terdampak,” kata Menteri Sumber Daya Air Mahdi Rashid al-Hamdani.
Al-Hamdani pun mengancam bahwa Irak akan mengadukan Iran ke badan-badan PBB atas kegagalan Teheran untuk bekerja sama dengan Baghdad dalam mengatur hak-hak airnya.
Bulan lalu, Irak mengatakan Turki telah melepaskan lebih banyak air ke sungai Tigris dan Eufrat untuk membantu Irak mengatasi krisis airnya. Namun di musim panas, Iran menutup sebagian besar aliran anak sungai Tigris, yang memutus aliran air di Sungai Diyala sehingga menyebabkan krisis air besar di Provinsi Diyala. * Sumber: Anadolu Agency
Irak sangat bergantung pada sungai Tigris dan Eufrat, yang menyumbang lebih dari 90 persen air tawar di negara itu. Karena itu, Baghdad meminta Teheran tidak mengubah aliran sungai yang mengalir ke Tigris dan Efrat.
Selain itu, Baghdad juga mempersoalkan pembangunan bendungan yang bertentangan dengan hukum internasional. "Iran belum menunjukkan respons [positif] dan masih memutus aliran air dari Sungai Sirwan, Karun, Karkheh, dan Alwand, sehingga penduduk Diyala (provinsi di Irak timur) yang mengandalkan air yang berasal dari Iran terdampak,” kata Menteri Sumber Daya Air Mahdi Rashid al-Hamdani.
Al-Hamdani pun mengancam bahwa Irak akan mengadukan Iran ke badan-badan PBB atas kegagalan Teheran untuk bekerja sama dengan Baghdad dalam mengatur hak-hak airnya.
Bulan lalu, Irak mengatakan Turki telah melepaskan lebih banyak air ke sungai Tigris dan Eufrat untuk membantu Irak mengatasi krisis airnya. Namun di musim panas, Iran menutup sebagian besar aliran anak sungai Tigris, yang memutus aliran air di Sungai Diyala sehingga menyebabkan krisis air besar di Provinsi Diyala. * Sumber: Anadolu Agency
(jak)