Kemenag Gelar Lomba Tanam Pohon Matoa, Ada Hadiah Menarik Menanti
Haris budiman
Selasa, 15 April 2025 - 08:01 WIB
Potret Pohon Matoa. (foto: kjpl.or.id)
LANGIT7.ID-Memperingati Hari Bumi, Kementerian Agama mengadakan lomba menanam pohon Matoa. Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) mengajak masyarakat berpartisipasi.
Yang menarik, Kemenag menyiapkan suvenir menarik untuk peserta yang mengikuti lomba. Ditjen Bimas Islam menyediakan 20 paket suvenir menarik sebagai bentuk apresiasi. Pemenang akan diumumkan pada Jumat, 25 April 2025 melalui akun Instagram @bimasislam.
Cara untuk mendapatkan suvenir cukup mudah: tanam pohon Matoa, dokumentasikan dalam bentuk foto atau video, unggah ke Instagram, dan tag akun resmi @bimasislam serta @literasizakatwakaf.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan, gerakan ini bukan sekadar simbolik, tetapi bentuk nyata ibadah ekologis dalam ajaran Islam.
“Menanam pohon bukan hanya soal menjaga lingkungan. Ini bagian dari akhlak Islam. Nabi mengajarkan bahwa siapa pun yang menanam pohon dan buahnya dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, maka itu menjadi sedekah baginya,” ujar Abu dikutip dari website resmi kemenag.
Pohon Matoa dipilih karena merupakan tanaman lokal Indonesia yang mudah tumbuh, cepat berbuah, dan memiliki nilai ekonomi.
Menurut Abu, Matoa juga melambangkan keuletan dan keteduhan, dua nilai yang ingin ditekankan dalam gerakan ini.
Yang menarik, Kemenag menyiapkan suvenir menarik untuk peserta yang mengikuti lomba. Ditjen Bimas Islam menyediakan 20 paket suvenir menarik sebagai bentuk apresiasi. Pemenang akan diumumkan pada Jumat, 25 April 2025 melalui akun Instagram @bimasislam.
Cara untuk mendapatkan suvenir cukup mudah: tanam pohon Matoa, dokumentasikan dalam bentuk foto atau video, unggah ke Instagram, dan tag akun resmi @bimasislam serta @literasizakatwakaf.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan, gerakan ini bukan sekadar simbolik, tetapi bentuk nyata ibadah ekologis dalam ajaran Islam.
“Menanam pohon bukan hanya soal menjaga lingkungan. Ini bagian dari akhlak Islam. Nabi mengajarkan bahwa siapa pun yang menanam pohon dan buahnya dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, maka itu menjadi sedekah baginya,” ujar Abu dikutip dari website resmi kemenag.
Pohon Matoa dipilih karena merupakan tanaman lokal Indonesia yang mudah tumbuh, cepat berbuah, dan memiliki nilai ekonomi.
Menurut Abu, Matoa juga melambangkan keuletan dan keteduhan, dua nilai yang ingin ditekankan dalam gerakan ini.