Kalah Telak dari Korut, Pelatih Tim U-17 Indonesia Nova Arianto Ungkap Sisi Lemah Tim Asuhannya
Haris budiman
Selasa, 15 April 2025 - 08:28 WIB
Pelatih tim U-17 Indonesia Nova Arianto. (foto: Instagram/novaarianto30)
LANGIT7.ID-Tim Indonesia U-17 mengalami kekalahan telak 0-6 saat berjumpa Korea Utara atau Korut di perempat final Piala Asia U-17 2025, Senin (14/4/2025) malam wib.
Tampil di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Arab Saudi, gawang tim U-17 sudah kebobolan gol pertama saat laga berjalan tujuh menit melalui sepakan Choe Song-hun.
Setelah itu, Korea Utara U-17 mencetak lima gol lain lewat aksi Kim Yu-jin (19’), Ri Kyong-bong (48’), Kim Tae-guk (60’), Ri Kang-rim (61’) dan Park Ju-won (77’).
Pelatih tim U-17 Indonesia Nova Arianto mengungkap sisi lemah dari pemainnya, yang menjadi penyebab kekalahan. Yang paling mendasar adalah pengambilan keputusan dan skill individu di lapangan.
"Secara garis besar, secara mental sangat luar biasa. Walau secara permainan, terutama pengambilan keputusan di lapangan kita masih banyak yang harus diperbaiki. Menjadi PR kami lima bulan ke depan. Bagaimana kita lebih mempersiapkan pemain, bukan hanya fisik, mental, tapi secara skill individu," ungkapnya dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Menurut Nova dengan perbaikan yang dilakukan, harapannya pemain bisa lebih siap, dan bekerja lebih keras karena menghadapai event lebih besar, event piala dunia. "Pastinya lebih membutuhkan effort luar biasa dari pemain," ujarnya.
Meski demikian, Nova mengapresiasi semangat juang para pemainnya, yang dinilainya sudah memberikan penampilan terbaik.
Tampil di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Arab Saudi, gawang tim U-17 sudah kebobolan gol pertama saat laga berjalan tujuh menit melalui sepakan Choe Song-hun.
Setelah itu, Korea Utara U-17 mencetak lima gol lain lewat aksi Kim Yu-jin (19’), Ri Kyong-bong (48’), Kim Tae-guk (60’), Ri Kang-rim (61’) dan Park Ju-won (77’).
Pelatih tim U-17 Indonesia Nova Arianto mengungkap sisi lemah dari pemainnya, yang menjadi penyebab kekalahan. Yang paling mendasar adalah pengambilan keputusan dan skill individu di lapangan.
"Secara garis besar, secara mental sangat luar biasa. Walau secara permainan, terutama pengambilan keputusan di lapangan kita masih banyak yang harus diperbaiki. Menjadi PR kami lima bulan ke depan. Bagaimana kita lebih mempersiapkan pemain, bukan hanya fisik, mental, tapi secara skill individu," ungkapnya dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Menurut Nova dengan perbaikan yang dilakukan, harapannya pemain bisa lebih siap, dan bekerja lebih keras karena menghadapai event lebih besar, event piala dunia. "Pastinya lebih membutuhkan effort luar biasa dari pemain," ujarnya.
Meski demikian, Nova mengapresiasi semangat juang para pemainnya, yang dinilainya sudah memberikan penampilan terbaik.