Kemenhan Kaji Pembelian Jet Tempur F-15EX Dari Amerika
Dwi sasongko
Kamis, 17 April 2025 - 20:24 WIB
Kemenhan Kaji Pembelian Jet Tempur F-15EX Dari Amerika
LANGIT7.ID-Jakarta; Hingga saat ini Kementerian Pertahanan masih mengkaji tindak lanjut pembelian pesawat jet tempur mutakhir F-15EX. Kepala Biro Infohan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang PhD mengungkapkan sepanjang belum ada kontrak pembelian yang ditandatangani, maka belum ada keterikatan untuk membeli pesawat tempur canggih buatan produsen pesawat Amerika Serikat, Boeing, tersebut.
Menurut Frega, pembelian alutsista harus dikalkulasi secara cermat terkait dengan unit yang akan dibeli dan kebutuhannya agar selaras dengan kekuatan keuangan negara. Terlebih lagi, melihat kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini yang tengah dalam situasi tidak ideal sehingga pemerintah perlu ada penyesuaian anggaran.
Frega mengungkapkan Kementerian Pertahanan ada pada posisi mendukung keputusan pemerintah. ‘’Kembali lagi nanti keputusan ada di pemerintah pusat dan Kementerian keuangan,” papar Frega dalam webinar “Kamu Bertanya, Kemhan Menjawab” yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Selain itu, proses pembelian pesawat jet tempur seperti F-15EX dari Boeing itu sifatnya adalah pembiayaan multiyear yang bisa memakan waktu 6 hingga 7 tahun. “Selama belum ada kontrak yang ditandatangani, kita belum ada keterikatan untuk membeli dan tentunya dengan kondisi saat ini proses masih berjalan, walau dari pemberitaan sempat ada penandatanganan MoU,” kata doktor lulusan London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris pada 13 Desember 2023 ini.
Meski begitu, Frega meyakinkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan oleh pemerintah tidak akan berpengaruh pada upaya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah dengan sumber daya yang ada.
Seperti diberitakan, Boeing Company mendorong agar Presiden Prabowo Subianto segera menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembelian jet tempur F-15 yang diteken di The Boeing Company, St Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2023 saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Semula, Indonesia diproyeksikan memboyong 36 unit jet F-15. Namun, kini kabar terbaru Indonesia hanya akan mengakuisi 24 unit. Nominal kontrak per unit lebih dari 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,68 triliun.
Sedikit gambaran, jet tempur ini F-15EX memiliki banyak keunggulan. Salah satunya, F-15EX dapat membawa muatan hingga 29.500 pound (sekitar 13.380 kilogram). Karena itu, jet tempur canggih ini bisa mengangkut lebih banyak senjata dibandingkan generasi lama. Struktur pesawat F-15EX juga dibuat lebih kuat untuk penggunaan hingga 20.000 jam terbang.
Menurut Frega, pembelian alutsista harus dikalkulasi secara cermat terkait dengan unit yang akan dibeli dan kebutuhannya agar selaras dengan kekuatan keuangan negara. Terlebih lagi, melihat kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini yang tengah dalam situasi tidak ideal sehingga pemerintah perlu ada penyesuaian anggaran.
Frega mengungkapkan Kementerian Pertahanan ada pada posisi mendukung keputusan pemerintah. ‘’Kembali lagi nanti keputusan ada di pemerintah pusat dan Kementerian keuangan,” papar Frega dalam webinar “Kamu Bertanya, Kemhan Menjawab” yang diselenggarakan Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Selain itu, proses pembelian pesawat jet tempur seperti F-15EX dari Boeing itu sifatnya adalah pembiayaan multiyear yang bisa memakan waktu 6 hingga 7 tahun. “Selama belum ada kontrak yang ditandatangani, kita belum ada keterikatan untuk membeli dan tentunya dengan kondisi saat ini proses masih berjalan, walau dari pemberitaan sempat ada penandatanganan MoU,” kata doktor lulusan London School of Economics and Political Science (LSE), London, Inggris pada 13 Desember 2023 ini.
Meski begitu, Frega meyakinkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan oleh pemerintah tidak akan berpengaruh pada upaya untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah dengan sumber daya yang ada.
Seperti diberitakan, Boeing Company mendorong agar Presiden Prabowo Subianto segera menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembelian jet tempur F-15 yang diteken di The Boeing Company, St Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2023 saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Semula, Indonesia diproyeksikan memboyong 36 unit jet F-15. Namun, kini kabar terbaru Indonesia hanya akan mengakuisi 24 unit. Nominal kontrak per unit lebih dari 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,68 triliun.
Sedikit gambaran, jet tempur ini F-15EX memiliki banyak keunggulan. Salah satunya, F-15EX dapat membawa muatan hingga 29.500 pound (sekitar 13.380 kilogram). Karena itu, jet tempur canggih ini bisa mengangkut lebih banyak senjata dibandingkan generasi lama. Struktur pesawat F-15EX juga dibuat lebih kuat untuk penggunaan hingga 20.000 jam terbang.