Dr. Nahla Shabry Tegaskan Peran Alumni Al-Azhar dalam Memperjuangkan Moderasi Islam
Dwi sasongko
Jum'at, 18 April 2025 - 11:50 WIB
Dr. Nahla Shabry Tegaskan Peran Alumni Al-Azhar dalam Memperjuangkan Moderasi Islam
LANGIT7.ID-Jakarta; Kehadiran Prof. Dr. Nahla Shabry Al Sha’dy, Penasihat Grand Syeikh Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Asing, menjadi sorotan dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Multaqa Virtual yang diselenggarakan oleh Wihdah Azhariyah Indonesia (Wazin), organisasi perempuan alumni dan pelajar Al-Azhar Mesir.
Acara bertema “Menjalin Chemistry, Menguatkan Sinergi, Membangun Negeri” ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai penjuru Nusantara hingga mancanegara, termasuk Mesir dan Amerika Serikat. Momentum ini menjadi wadah untuk mempererat jaringan alumni perempuan Al-Azhar sekaligus berbagi gagasan, pengalaman, dan kontribusi nyata bagi umat.
Dr. Elly Warti Maliki, Lc., M.A., Ketua Umum Wazin, membuka acara dengan sambutan hangat. Ia menyampaikan pentingnya sinergi lintas wilayah dan generasi dalam membangun gerakan perempuan Azhariyah yang berdaya dan berdampak.
Dalam paparannya yang inspiratif, Dr. Nahla Shabry menegaskan bahwa alumni perempuan Al-Azhar merupakan garda terdepan dalam menjaga moderasi Islam. Mereka bukan sekadar pemegang ijazah, melainkan pembawa misi keilmuan dan budaya yang berperan penting dalam membangun masyarakat. Menurutnya, manhaj wasathiyah (jalan tengah) yang diusung Al-Azhar memberikan bekal kuat bagi para alumni untuk menjembatani warisan tradisi dan kebutuhan zaman.
Ia juga mendorong agar alumni perempuan diberi ruang dan dukungan lebih luas di berbagai sektor—pendidikan, sosial, ekonomi, hingga media. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan platform digital untuk dakwah dan pencerahan publik. Meski tantangan pemberdayaan perempuan masih nyata, Dr. Nahla menutup pesannya dengan kalimat penuh semangat:
“Setiap tantangan mengandung peluang. Maka, hadapilah dengan keyakinan dan kepercayaan diri.”
Acara bertema “Menjalin Chemistry, Menguatkan Sinergi, Membangun Negeri” ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai penjuru Nusantara hingga mancanegara, termasuk Mesir dan Amerika Serikat. Momentum ini menjadi wadah untuk mempererat jaringan alumni perempuan Al-Azhar sekaligus berbagi gagasan, pengalaman, dan kontribusi nyata bagi umat.
Dr. Elly Warti Maliki, Lc., M.A., Ketua Umum Wazin, membuka acara dengan sambutan hangat. Ia menyampaikan pentingnya sinergi lintas wilayah dan generasi dalam membangun gerakan perempuan Azhariyah yang berdaya dan berdampak.
Dalam paparannya yang inspiratif, Dr. Nahla Shabry menegaskan bahwa alumni perempuan Al-Azhar merupakan garda terdepan dalam menjaga moderasi Islam. Mereka bukan sekadar pemegang ijazah, melainkan pembawa misi keilmuan dan budaya yang berperan penting dalam membangun masyarakat. Menurutnya, manhaj wasathiyah (jalan tengah) yang diusung Al-Azhar memberikan bekal kuat bagi para alumni untuk menjembatani warisan tradisi dan kebutuhan zaman.
Ia juga mendorong agar alumni perempuan diberi ruang dan dukungan lebih luas di berbagai sektor—pendidikan, sosial, ekonomi, hingga media. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan platform digital untuk dakwah dan pencerahan publik. Meski tantangan pemberdayaan perempuan masih nyata, Dr. Nahla menutup pesannya dengan kalimat penuh semangat:
“Setiap tantangan mengandung peluang. Maka, hadapilah dengan keyakinan dan kepercayaan diri.”