UUS Tugu Insurance Dipisah Jadi Perusahaan Baru, Rampung Sebelum Q4?
Tim langit 7
Sabtu, 19 April 2025 - 15:56 WIB
UUS Tugu Insurance Dipisah Jadi Perusahaan Baru, Rampung Sebelum Q4?
LANGIT7.ID-Jakarta;PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat pijakan di pasar asuransi syariah nasional. Perusahaan tengah mempercepat pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi entitas mandiri sebelum batas waktu yang ditetapkan pemerintah pada kuartal IV 2025.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat, mengungkapkan bahwa target internal justru lebih ambisius. Ia menekankan keinginan manajemen untuk menyelesaikan seluruh proses spin off di semester pertama tahun ini, atau setidaknya rampung pada kuartal ketiga 2025.
“Kita gak mau akhir tahun, sebetulnya kita maunya ya deket-deket tengah tahun udah selesai,” ungkap Tatang di Jakarta, dikutip Sabtu (19/4/2025).
Meskipun tenggat resmi berada di Q4, perusahaan menargetkan penyelesaian paling lambat di Q3.
Langkah strategis ini dipicu oleh potensi besar segmen syariah, meskipun kontribusi UUS terhadap bisnis keseluruhan Tugu Insurance masih tergolong kecil, yakni di bawah 5 persen. Namun, secara tahunan, kontribusinya tumbuh hampir dua kali lipat pada 2024, menunjukkan daya tarik pasar yang mulai terbentuk.
“Market cap-nya sih Rp3 triliun industri. Jadi tumbuh 100 persen aja belum sesuai dengan ekspektasi kita. Kita pengennya tumbuh 200–300 persen,” ujar Tatang.
Tugu Insurance mencatat pendapatan premi sebesar Rp5,67 triliun sepanjang 2024, tumbuh 12,4 persen dibandingkan 2023 yang mencapai Rp5,04 triliun. Namun, perusahaan masih menilai hasil tersebut belum optimal, terutama dibandingkan ekspektasi terhadap lini syariah yang dianggap berpeluang mencetak lompatan besar.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat, mengungkapkan bahwa target internal justru lebih ambisius. Ia menekankan keinginan manajemen untuk menyelesaikan seluruh proses spin off di semester pertama tahun ini, atau setidaknya rampung pada kuartal ketiga 2025.
“Kita gak mau akhir tahun, sebetulnya kita maunya ya deket-deket tengah tahun udah selesai,” ungkap Tatang di Jakarta, dikutip Sabtu (19/4/2025).
Meskipun tenggat resmi berada di Q4, perusahaan menargetkan penyelesaian paling lambat di Q3.
Langkah strategis ini dipicu oleh potensi besar segmen syariah, meskipun kontribusi UUS terhadap bisnis keseluruhan Tugu Insurance masih tergolong kecil, yakni di bawah 5 persen. Namun, secara tahunan, kontribusinya tumbuh hampir dua kali lipat pada 2024, menunjukkan daya tarik pasar yang mulai terbentuk.
“Market cap-nya sih Rp3 triliun industri. Jadi tumbuh 100 persen aja belum sesuai dengan ekspektasi kita. Kita pengennya tumbuh 200–300 persen,” ujar Tatang.
Tugu Insurance mencatat pendapatan premi sebesar Rp5,67 triliun sepanjang 2024, tumbuh 12,4 persen dibandingkan 2023 yang mencapai Rp5,04 triliun. Namun, perusahaan masih menilai hasil tersebut belum optimal, terutama dibandingkan ekspektasi terhadap lini syariah yang dianggap berpeluang mencetak lompatan besar.